Kemenparekraf Dorong Strategi Industri Kuliner ASEAN
Rabu, 4 November 2020 19:47 WIB
Share
Industri Kuliner ASEAN. (ist)

JAKARTA - Indonesia melalui Kemenparekraf/Baparekraf mengajak para pelaku industri kuliner di kawasan ASEAN untuk bersama-sama mengidentifikasi situasi, merumuskan strategi dan langkah yang diperlukan, menjelang tahun internasional ekonomi kreatif untuk pembangunan berkelanjutan 2021.

Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf/Baparekraf, K. Candra Negara mengatakan kuliner merupakan subsektor andalan yang dipilih sebagai lokomotif kebangkitan dalam industri ekonomi kreatif di Indonesia bahkan ASEAN.

Baca juga: Pelaku UMKM Dapat Pelatihan Penguat Cita Rasa Kuliner

Dengan bahan lokalnya yang beragam serta inovasi dan kreativitas yang dimiliki oleh para pelaku usaha, dinilai dapat mendorong kemajuan industri kuliner di Asia Tenggara.

"Hal ini dilakukan untuk mencari ide-ide dan strategi baru, bagi industri ekonomi kreatif di ASEAN, dalam rangka menyambut dan merayakan tahun ekonomi kreatif internasional untuk pembangunan berkelanjutan 2021, serta untuk perkembangan industri kuliner Asia Tenggara di masa mendatang," kata Candra Negara, Rabu (4/11/2020).

Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber yang akan menyampaikan informasi strategis seputar kuliner, yaitu Founder Indonesia Gastronomy Network Vita Datau, Managing Director and Consultant Perfect Link Consulting Group Thailand Jutamas Wisansing, Chef of NUSA Indonesia Gastronomy Ragil Imam Wibowo, Vice President Food Writers Association of The Philippines (FWAP) Myrna Dizon Segismundo, Chief of MKT & Communication Board Board Vietnam Culinary Culture Association Le Hanh, dan Development Economist University of Indonesia Berly Martawardaya.

Baca juga: Kemenparekraf Luncurkan Program Pelatihan 'Start Your Journey!'

Candra berharap webinar ini dapat memperkaya insight atau wawasan seputar industri kuliner. 

"Karena, wawasan yang akan menuntun kita untuk memikirkan strategi apa yang harus kita lakukan di masa mendatang, sebagai bagian dari ASEAN, khususnya di subsektor kuliner," pungkas Candra. (mia/tha)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler