"Sudah dua hari saya melakukan pembersihan batu bara di pantai Pulai Popole, mulai dari Hari Selasa 7 Januari 2025 hingga hari ini (Rabu-red). Saya bersama warga lainnya dalam satu regu yang berjumlah kurang lebih 20 orang," tutur Pipit, yang turut serta dalam tim pembersih pantai Rabu 8 Januari 2025.
Dikatakan Pipit, penghasilan yang didapat selama melakukan pembersihan batu bara itu sebesar Rp120 ribu.
"Per karung dibayar Rp 10 ribu, kemarin saya dapat upah sebesar Rp120 ribu, hari ini naik pendapatan saya jadiRp 150 ribu," katanya.
Aksi Bersih-bersih Dikoordinasi Beberapa Regu
Menurut Ade, salah seorang warga lain yang ikut serta dalam kegiatan pembersihan, proses ini dilakukan oleh beberapa regu masyarakat.
Mereka menggunakan perahu untuk menyeberang dari Pantai Cigondang menuju Pulau Popole.

Aktivitas ini sudah berlangsung selama dua hari, dengan setiap regu bekerja untuk mengumpulkan batu bara yang tersebar di sepanjang pantai.
"Dari pesisir Pantai Cigondang ke Pulau Popole kita naik perahu, penghasilan atau upah yang didapat tergantung banyaknya batu bara yang kita kumpulkan, perkarung dibayar Rp10 ribu oleh perusahaan," ujarnya.
Camat Labuan, Yayat Hidayat, membenarkan bahwa masyarakat Desa Cigondang memang terlibat dalam pembersihan batu bara di Pantai Pulau Popole.
Dia juga menambahkan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan dari perusahaan yang bertanggung jawab atas tumpahan batu bara.
"Kami mengapresiasi usaha masyarakat yang berinisiatif membersihkan lingkungan mereka. Pihak perusahaan juga telah memberikan upah kepada warga yang terlibat dalam kegiatan ini," ujar Yayat.