Minuman keras tersebut didapatkan dengan cara 2 botol dibeli dan 3 dari simpanan di rumah salah satu pemuda tersebut.
Barang bukti berupa kelima botol miras tersebut disita dan langsung dimusnahkan di tempat oleh ketua RT dan juga pihak aparat polisi.
Solikin juga menambahkan, dari delapan orang yang digrebek terdapat enam orang laki-laki dan dua di antaranya perempuan.
Diketahui, para anak-anak tersebut berusia paling tua 15 tahun dan yang paling muda berumur 9 tahun.
Dan di antara mereka masih ada yang bersekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD).
Solikin juga memaparkan rumah yang menjadi tempat mereka nongkrong tersebut memang sudah tak dihuni selama enam bulan.
Namun, pemilik rumah kosong tersebut berencana untuk membangun kembali rumah tersebut.
Solikin mengatakan, anak-anak tersebut masuk ke salah satu kamar dengan menjebol pintu.
Padahal, sebelum digerebek pada Rabu siang, anak-anak tersebut sudah pernah digerebek di tempat yang sama.
Setelah kejadian ini, Solikin akan berkoordinasi dengan pemilik rumah agar kembali menutup pintu kamar yang telah dibobol.
Akhir dari kejadian ini, para warga sekitar TKP memberikan peringatan kepada anak-anak agar tidak lagi menongkrong di rumah kosong tersebut.
Solikin juga menyebutkan, bahwa anak-anak sudah membuat surat pertanyaan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut yang dianggap meresahkan warga sekitar wilayah tersebut.
“Yak, Akhirnya dilakukan dengan jalur damai, mereka berjanji buat engga mengulangi perbuatan tersebut, baik dari membawa miras, membobol rumah, ataupun menjadikan rumah kosong sebagai tempat nongrong lagi”, Tambah Solikin. (PKL-01/Adji)