ADVERTISEMENT

Ditinggal Sejumlah Perwira yang Terlibat Kasus Ferdy Sambo, Jabatan Penting di Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tak Bertuan

Selasa, 20 September 2022 20:28 WIB

Share
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan. (Foto: Poskota/Andi Adam F)
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan. (Foto: Poskota/Andi Adam F)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Paska ditinggal sejumlah perwiranya yang terseret kasus Ferdy Sambo, beberapa jabatan penting di Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih tak bertuan.

Meski Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan akan segera mungkin mengisi kursi kekosongan tersebut, namun hingga saat ini jabatan strategis di unit reserse tak kunjung ditempati.

Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto menyebutkan, lamanya proses pengisian jabatan di Polda Metro Jaya, menjadi salah satu bukti tak tertatanya manajemen SDM di institusi yang dipimpin Irjen Fadil Imran tersebut.

"Ini jadi salah satu bukti, manajemen SDM di tubuh Polri masih belum tertata dengan baik. Sebab, kekosongan jabatan yang begitu lama tentu akan mempengaruhi kinerja organisasi," kata Bambang saat dihubungi, Selasa (20/9/2022).

Menurutnya, apabila dalih pertimbangan pengisian jabatan itu harus dilakukan secara profesional dan melalui sistem merit yang benar, sepatutnya slot jabatan yang telah ditinggal dapat segera terisi dengan cepat oleh personel lain yang dianggap mumpuni.

"Dengan membiarkan slot tersebut kosong, artinya memang tak ada yang berminat daftar atau bisa jadi karena tidak ada sistem merit yang baik. Mungkin juga belum ada pejabat yang masuk kriteria like or dislike dari pejabat di SDM Polri," papar dia.

Sistem Merit adalah kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, atau kondisi kecacatan.

Idealnya, lanjut Bambang, bagian SDM Polri seharusnya sudah memiliki daftar personel yang dianggap telah memenuhi kriteria untuk menggantikan peran pejabat lama.

Namun, dia juga tak ingin merasa naif dengan hal ini. Sebab, ucap dia, penggantian jabatan tidak bisa dilepaskan dari bagaimana besarnya peran dari permintaan user.

"Memang tidak juga bisa dilepaskan dari permintaan user (Polda Metro Jaya). Tapi slot kosong itu harus diisi. Tak bisa harus menunggu personel yang diminta user. Kalau user tak segera menentukan pilihan, SDM bisa langsung menunjuk personel untuk langsung mengisi kekosongan itu," terang dia.

Sebagai informasi, Polda Metro Jaya angkat suara terkait dengan kosongnya sejumlah jabatan strategis di Ditreskrimum, usai sejumlah perwira terseret dalam sengkarut kasus pembunuhan Brigadir Josua.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan, Polda Metro Jaya akan sesegera mungkin memilih sosok cakap guna mengisi jabatan penting di unit reserse itu.

"Di dalam hal ini, tentunya kita memberikan ruang dan waktu yang seluas-luasnya sesuai dengan arahan Kapolda. Terkait dengan jabatan yang kosong saat ini tentunya akan segera dilakukan pengisian jabatan," kata Zulpan saat dihubungi wartawan, Kamis (8/9/2022).

Namun, dia menjelaskan, pemilihan sosok pengganti jabatan penting itu harus dilakukan melalui proses mekanisme Dewan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Wanjak). Sehingga dapat terpilih sosok perwira yang mumpuni untuk menduduki kursi jabatan penting tersebut.

"Jadi tidak akan lama lagi akan dilakukan penunjukan. Tapi, dengan tidak adanya Kasubdit dan Wadir tidak menganggu operasional Polda Metro sekarang," jelas Zulpan.

Terkait dengan calon, mantan Kapolsek Metro Gambir itu memaparkan, bahwa hal tersebut jadi kewenangan dari Kapolda Metro Jaya selaku pemimpin.

Wanjak, terang dia, akan berperan sebagai pemberi masukan ihwal siapa sosok yang layak yang nantinya akan menjadi pertimbangan oleh Irjen Pol Fadil Imran.

"Untuk calonnya, itu Pak Kapolda yang lebih mengetahui dan itu hak progreratifnya beliau untuk menunjuk siapa yang pantas. Tapi, melalui sidang wanjak, nanti akan diberikan masukan pula kalau ini layak, nanti Pak Kapolda yang akan memutuskan," imbuhnya.

"Insya Allah bulan ini (September) akan dipenuhi. Pasti Insya Allah dalam bulan ini akan dipenuhi (pengganti jabatan Wadirreskrimum dan 3 Kasubdit)," ungkap Zulpan.

Sebelumnya diberitakan,  sembilan anggota Polda Metro Jaya terkena mutasi jabatan dalam surat telegram rahasia bernomor ST/1751/VIII/KEP./2022 yang dikeluarkan pada 22 Agustus 2022.

Adapun mutasi tersebut dilakukan karena para anggota Polda Metro Jaya itu diduga telah melakukan pelanggaran kode etik dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo.

Adapun kesembilan nama anggota Polda Metro Jaya yang dimutasi ke Satuan Kerja Pelayanan Masyarakat (Satker Yanma) Polri, antara lain:

1. Kombes Budhi Herdi Susianto, Kapolres Metro Jakarta Selatan Dimutasi Sebagai Yanma Polri;

2. AKBP Handik Zusen Kasubdit III Ditreskrimum Polda Metro Jaya Dimutasi Sebagai Yanma Polri;

3. AKBP Jerry Raymond Siagian Wadirreskrimum Polda Metro Jaya Dimutasi Sebagai Yanma Polri;

4. AKBP H. Pujiyarto Kasubdit V Ditreskrimum Polda Metro Jaya Dimutasi Sebagai Yanma Polri;

5. AKBP Raindra Ramadhan Syah Kasubdit 1 Ditreskrimum Polda Metro Jaya Dimutasi Sebagai Yanma Polri;

6. Kompol Abdul Rahim Kanit II Subdit IV Ditreskrimum Polda Metro Jaya Dimutasi Sebagai Yanma Polri;

7. Kompol Dermawan Kristianus Zendrato Kanit V Subdit I Ditreskrimum Polda Metro Jaya Dimutasi Sebagai Yanma Polri;

8. AKP Bhayu Vhishesha Kanit II Subdit I Ditreskrimum Polda Metro Jaya Dimutasi Sebagai Pama Yanma Polri;

9. Ipda Arsyad Daiva Gunawan Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan Dimutasi Sebagai Yanma Polri. 

 

 

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT