Download E-Paper

Kapolsek Tambun: Pencuri 17 Kambing Santri Hanya Ambil Dagingnya Saja

Rabu, 07 Oktober 2020 - 08:53
Kapolsek Tambun AKP Gana Yudha Pratama.(yahya)

BEKASI -  Kasus hilangnya belasan ekor kambing milik Pondok Pesantren Nahdlatul Wathon yang berlokasi di  Kp. Gedong , Desa Srimukti , Tambun Utara, Kabupaten Bekasi sudah terpantau aparat kepolisian dari Polsek  Tambun. Petugas sudah mendatangi lokasi.

“Betul ada kami menerima informasi adanya pencurian hewan ternak yang meninggalkan barang bukti berupa jeroan dari kambing yang dicuri," kata Kapolse Tambun AKP Gana Yudha Pratama, Rabu (7/10/2020).

"Namun sampai saat  ini korban atau pemilik kambing belum membuat laporan di kantor polisi,” kata AKP Gana Yudha Pratama.

Baca juga: 17 Ekor Kambing Milik Santri di Bekasi Raib, Jeroan Berserakan di Kandang

Baca juga: Sekeluarga Calon Kades Dibabat Samurai, Berikut Kronologinya

Namun, lanjut kapolsek, pihaknya sudah ke lokasi kejadian (TKP) di mana hasil penyelidikan sementara ditemukan  isi perut di dalam kandang.

Dan ada juga bagian seperti kepala kambing  yang ditemukan di  luar kandang sekitar lokasi.

“Diduga pelaku hanya mengambil bagian daging tertentu saja,’ katanya lagi.

AKP Gana juga mengungkapkan, lokasi kejadian memang sepi dan cukup jauh dari lingkungan masyarakat.

“Oleh sebab itu butuh penyelidikan mendalam dan kami harap pihak korban untuk segera membuat laporan,’ ujar kapolsek.

Santri  penghuni Pondok Pesantren Nahdlatul Wathon di Kp. Gedong, Desa Srimukti ,  Tambun Utara, Kabupaten Bekasi gempar setelah mengetahui kambing kambing piaraan mereka raib .

Yang lebih mengejutkan  pelaku pencurian hanya menyisakan isi perut (jeroan) kambing yang berserakan di kandang.

“Ada 17  ekor kambing di kandang itu, pelaku hanya menyisakan jeroan dan tiga ekor anak kambing  sudah dalam kondisi tersembelih. Sementara 14 ekor dibawa pelaku,” kata Ahmad Nurfaisal, salah satu santri.  

Nurfaisal mengungkapkan, peristiwa itu baru diketahui Selasa (6/10/2020) saat dirinya bersama santri lain akan memberi makan hewan peliharaan nya.

 “Kita kaget karena kandang kosong. Saat didekati hanya jeroan yang tersisa dan anak kambing.” .

Malam sebelum kejadian, Nurfaisal sama sekali tidak mendengar suara berisik kambing yang biasanya mengeluarkan suara jika didekati orang.

“Hanya suara gesekan tubuh kambing sepertinya.Dan itu biasa karena kandang disesaki kambing,” paparnya lagi.

Sementara Subur Sukmajaya, pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Wathon menjelaskan, peristiwa tersebut baru terjadi di pondok.

“Kambing kambing itu adalah peliharaan para santri untuk digunakan membiayai kehidupan di  pondok," kata Subur.

"Biasanya setiap Idul Adha kambing dijual dan uangnya digunakan untuk keperluan pondok seperti bayaran , makan dan menyantuni anak yatim,” tambah Subur. (yahya/tri)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->