Download E-Paper

Sekeluarga Calon Kades Dibabat Samurai, Berikut Kronologinya

Rabu, 07 Oktober 2020 - 09:01
Ilustrasi penyerangan berdarah.

BOGOR - Pesta demokrasi Pilkades serentak di beberapa desa Kabupaten Bogor digelar Desember nanti.

Namun, meski perhelatan masih lama digelar, peristiwa berdarah terjadi di rumah calon kepala desa (Cakades) di Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Senin (5/10/2020) malam.

Sekeluarga terdiri ibu, dua anak, dan cakades dihujani sabetan samurai.

Pelaku diduga kuat pendukung Cakades lain. Cakades Ade Endang Gonon (43) bersama dua putranya, Lutfi (22) dan Andres (25), dan ibunya, Ny. Fatima (60), terkapar bersimbah darah.

Sekeluarga ini mengalami luka robek di tangan dan kepala.

Namun, hanya Lutfi yang mengalami luka parah sehingga dilarikan ke RSUD Cileungsi.

“Putra bungsu saya, robek kepalanya dan mendapat 12 jahitan,” kata Ade, Selasa (6/10/2020).

Baca juga: Keluarga Calon Kades Klapanunggal Bogor Diserang Kelompok Tak Dikenal

Sedangkan dia bersama ibu dan putra sulung usai mendapat pengobatan di rumah sakit tersebut diperbolehkan pulang.

Sementara pelaku pembacokan diringkus polisi di lokasi kejadian. Dari pria bercelana pendek, berkaos abu-abu itu disita sebilah samurai.

“Kami belum tahu motif penyerangan itu. Masih diperiksa termasuk sejumlah saksi lain dari Cakades lainnya,” kata Kapolsek Klapanunggal AKP M Fadli Amri, yang menolak menjelaskan identitas pelaku dan kronologi penyerangan.

Sesaat setelah pembacokan itu ratusan anggota Sabhara dan Dalmas Polres Bogor bersenjata lengkap dan mengenakan tameng dikerahkan di sekitar rumah Cakades Ade.

Musababnya terdengar selentingan massa Cakades Ade akan balik menyerang. “Massa kami bubarkan. Situasi pascapenyerangan kondusif,” ucap Kapolsek.

Dukungan Warga

Peristiwa berdarah ini diduga dipicu pencalonan Ade yang mendapat dukungan warga Desa Klapanunggal.

Hampir setiap malam, rumahnya bergantian dikunjungi warga dan tokoh masyarakat yang memberikan dukungan kepada Ade untuk memimpin Desa Klapanunggal kelak.

Baca juga: 17 Ekor Kambing Milik Santri di Bekasi Raib, Jeroan Berserakan di Kandang

Sekitar pukul 20:00, ketika Ade sedang menerima tamu, tiba-tiba nyelonong masuk seorang pria bercelana pendek.

Dia mencabut samurai dari balik kaos lalu disabetkan ke arah Cakades tersebut.

Beruntung aksi pria itu dipergoki Fatimah. Dia bergegas menghalangi tubuh anaknya dengan kursi plastik yag diangkatnya.

Sabetan samurai itu hanya menggores tangan Fatimah dan Ade.

Pria ini lalu menuju ke anak Ade yang sedang ngobrol bersama simpatisan di teras.

“Tapi anak saya rangkul sambil mendorong hingga kami tersungkur. Sabetan samurai itu mengenai pohon palem,” kata Ade.

Baca juga: Keluarga Calon Kades Klapanunggal Bogor Diserang Kelompok Tak Dikenal

Tak mau gagal, pria tadi mengalihkan sasaran ke Lufti, putra bungsu Ade. Ny. Fatima yang berusaha menghadang gagal, sabetan samurai itu merobek kepala remaja tersebut. Sedangkan pelaku akhirnya diringkus massa simpatisan Ade. Tak lama berselang polisi datang dan mengamankan pria berkulit sawo matang dan berambut ikal pendek tersebut.

5 Cakades

Cakades Ade menduga penyerangan ini diduga kuat dipicu karena dia mencalonkan diri menjadi kepala desa.

Sedangkan pendaftaran bakal calon kades Desa Klapanunggal sudah rampung.

“Terdapat 5 balon termasuk saya dan tinggal menunggu penetapan panitia Pilkades,” katanya. Dia mengaku tidak mengetahui persis musabab penyerangan membabi buta itu.

“Kami berpolitik santun. Tapi pihak lawan mengintimidasi, selalu melakukan kekerasan,” imbuhnya.

Dia menolak menyebutkan pihak lawan yang dimaksud. “Pastinya sebelum penyerangan, pria itu mondar-mandir di depan rumah bersama beberapa orang,” ujarnya.

Kabar penyerangan terhadap keluarga Cakades Ade membuat simpatisan berdatangan.

Melihat massa makin banyak berdatangan Kapolsek Klapanunggal meminta bantuan tambahan personel dari Polres Bogor.

Sejumah truk berdatangan membawa ratusan polisi. Jelang subuh situasi di rumah Cakades Ade berangsur kondusif. (angga/iw/ird/ys)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->