JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin menyindir kebijakan luar negeri Indonesia lewat cuitan di Twitter.
Seperti perbedaan sikap pemerintah Indonesia terhadap pengeboman Israel di Jalur Gaza dengan serangan Rusia ke Ukraina.
Hal ini membuka kotak pandora tentang arah kebijakan luar negeri Indonesia.
Vasyl Hamianin secara terang-terangan menilai Indonesia memiliki standar ganda.
Kementerian Luar Negeri Indonesia memanggil Hamianin untuk menyampaikan ketidaksenangan atas cuitan itu dan berupaya menjelaskan kebijakan luar negeri bebas aktif Indonesia.
Pengamat Hubungan Internasional dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Nanto Sriyanto mengatakan politik luar negeri bebas aktif merupakan bagian penting dari Indonesia dan tidak bisa disalahpahami sebagai politik netral.
Politik bebas aktif harus dipahami sebagai peran aktif Indonesia dalam mengupayakan perdamaian dunia dengan tidak terjebak pada kepentingan-kepentingan selain kepentingan nasional.
"Jadi bebas aktif itu bukan sekadar moralitas. Tetapi bersandar pada realitas kepentingan nasional dan praktek bahwa di dunia internasional tiap pihak punya kepentingan,” kata Nanto Sriyanto seperti dkutip dari VOA pada Kamis (18/8/2022).
Dia menilai politik luar negeri bebas aktif bisa disebut sebagai merk diplomasi Indonesia yang menjadikannya unik. Tetapi pelaksanaannya semakin sulit karena menguatnya persaingan blok Amerika Serikat - Barat dan blok Rusia - Tiongkok.
Duta Besar Ukraina Untuk Indonesia Vasyl Hamianin menyindir sikap Indonesia pada Senin lalu (8/8/2022).
Dia menganggap pemerintah Indonesia memiliki standar ganda dengan mengutuk pengeboman Israel terhadap Jalur Gaza namun tidak mengecam invasi Rusia yang berlangsung sejak 24 Februari.
Sindiran itu disampaikan Vasyl Hamianin melalui Twitter dan ditulis semuanya dalam huruf besar usai Kementerian Luar Negeri lewat Twitter mengutuk serbuan Israel selama tiga hari ke Gaza Palestina. ***