DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Ratusan guru dari PAUD hingga SMA, siswa, dan karang taruna di Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat, mendapatkan pelatihan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari binaan Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Cianjur yang diikuti oleh 116 orang guru (guru PAUD sampai dengan SMA), 50 siswa, dan 30 Karang Taruna secara luring di Desa Bobojong wilayah Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur, berlokasi di tiga tempat yaitu SMAN I Mande, SMPN I Mande dan SDN I Mande.
Menurut Direktur Pascasarjana UNJ, Prof Dr. Dedi Purwana E.S., M. Bus., mengatakan pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk implementasi salah satu Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
"Alhamdullilah dalam kegiatan ini kita tim pelaksana dari Pascasarjana dengan mengikut sertakan 10 orang profesor,dosen,dan mahasiswa Pascasarjana direspon baik langsung dari Bupati Cianjur, H.Herman Suherman yang diwakili oleh Asisten Daerah Satu (ASDA I), Bapak Arif Purnawarman, S. AP," ujar Prof. Dedi dalam keterangan tertulis yang diterima Poskota, Sabtu (30/7/2022) pagi.
Pelaksanaan PKM dibuka pada 25 Juli 2022, Prof Dedi menyebutkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Hal ini diliat Prof, Dedi karena kecamatan Mande Kabupaten Cianjur ini telah dimasukkan di dalam Renstra UNJ sebagai wilayah binaan Pascasarjana UNJ Tahun 2022.
"Upaya ini dilaksanakan dengan harapan dapat mendorong dan meningkatkan kemampuan SDM masyarakat Mande lebih mandiri," tambahnya.
Selain itu Prof. Dr. Dedi menyoroti dimana Dosen itu tidak boleh hanya asyik sendiri sibuk mendidik, sibuk dilaboratorium sibuk melakukan riset yang ujung-ujungnya hanya ditaruh di perpustakaan dan masyarakat tidak mengetahui.
"Kita juga dalam PKM pemberian pelatihan mempartisipasikan juga sebanyak 10 Profesor, Tri Darma Perguruan Tinggi itu harus saling terkait yakni hasil penelitian dapat digunakan oleh untuk pembelajaran, hasil penelitian bisa digunakan untuk memberikan solusi bagi persoalan masyarakat,“ tandasnya.
Sementara itu kegiatan PKM Pascasarjana UNJ mendapat sambutan hangat dari Pemerintahan Kabupaten Cianjur. Prof Dedi berharap besar disampaikan oleh ASDA I dalam sambutannya yang menyampaikan bahwa di Pemerintahan Kabupaten Cianjur ini sangat kekurangan pada sumber daya manusia.
"Dengan kehadiran Pascasarjana UNJ memberikan pembinaan masyarakat di Desa Bobojong Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur akan sangat berarti. Harapannya Program ini kedepan dapat terus diperluas, bukan hanya untuk kecamatan Mande saja karena Kabupaten Cianjur memiliki 32 kecamatan dan 360 desa," tutupnya.
Program Pelatihan
Sementara itu, Ketua Pelaksana PKM Desa Binaan Pascasarjana UNJ. Prof. Dr. Ninuk Lustyantie, M.Pd., menyampaikan pula bahwa terdapat lima belas (15) program pelatihan yang diselenggrakan secara paralel.
Pelatihan yang diselenggarakan pada awal Tahun Ajaran Baru 2022/ 2023 tersebut, lanjut Prof. Dr. Ninuk, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru mulai dari jenjang PAUD sampai dengan SMA dalam memberikan pembelajaran kepada siswa sehingga lebih membangun suasana pembelajaran yang menyenangkan (edutaintment) namun efektif dalam mewujudkan tujuan pembelajaran yang berkualitas sekaligus implementasi Pemberdayaan Tiga Pilar Budaya Ngaos, Mamaos, Maenpo berupa pelatihan dan lomba Mamaos dan Maenpo.
"Pelatihan tersebut menargetkan berupa portofolio pada akhir pelatihan serta diseminasi ilmu pengetahuan melalui publisitas artikel ilmiah," paparnya. (Angga)