JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Tragedi bom sudah beberapa kali terjadi di Indonesia. Semua bermula saat terjadinya aksi pengeboman di Bali pada 12 Oktober 2002 silam.
Beberapa hari terakhir ini juga sudah terjadi dua kasus teror di Indonesia, yang pertama terjadi bom bunuh diri di Gereja Katederal Makassar, Minggu (28/3/2021) dan adanya aksi penyerangan di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Rabu (31/3/2021).
Tentu saja masih ada kasus teror bom lainnya yang pernah terjadi di Indonesia, beberapa pelaku diantaranya menggunakan bom dengan daya ledaa rendah sampai daya letak tinggi.
Lantas apa saja bom yang pernah digunakan oleh para teroris saat melakukan aksinya di Indonesia? Berikut tim PosKota buatkan ulasannya.
Bom Panci (Pressure Cooker Bomb)
Bom panci merupakan bom dengan menggunakan bahan utama panci presto sebagai wadah alat ledaknya dan panci presto itu akan dimasukkan beberapa jenis bahan peledak serta partikel lain seperti bongkahan beso, kaca, dan bahan lainnya.
Bom jenis ini bisa dikendalikan dari jarak jauh karena pada gagang panci bisa ditempelkan ponsel sebagai detonator pemicu.
Bahan baku utama bom panci biasanya adalah triacetone triperoxide (TATP) atau biasa disebut tri-cyclo acetone peroxide (TCAP) dengan ketinggian daya ledak mencapai 5300 meter.
Bom Koper (Suitcase Bomb)
Bom koper adalah bom yang menggunakan media koper sebagai tempat menyimpan bom. Koper akan diisi oleh sejumlah bahan peledak dan benda-benda perusak lainnya. Sama seperti bom panci, bom koper ini juga dapat dikendalikan dari jarak jauh.
Bom Buku
Sama seperti namanya, bom buku menggunakan bahan baku buku sebagai media peledaknya. Biasanya, para teroris akan mengosongkan bagian tengah buku, kemudian mengisinya dengan alat peledak.
Bom TNT
TNT (Trinitrotoluene) sendiri merupakan salah satu bahan kimia peledak yang paling umum dikenal.
TNT tidak meledak secara spontan dan sangat mudah dan nyaman untuk ditangani, sehingga sifat eksplosifnya hanya ditemukan sekitar 30 tahun kemudian oleh kimiawan Jerman Carl Häussermann pada tahun 1891.
TNT juga digunakan sebagai ukuran standar untuk bom, sehingga ledakan bahan kimia lainnya sering diukur relatif terhadap TNT.
Mother of Satan
Bom ini merupakan julukan dari peledak berbahan baku triacetone tripexide (TATP), bom yang khas digunakan untuk Perang Irak.
Bom berjenis Three Asseton Three Poropsaid (TATP) ini memiliki daya ledak yang sangat tinggi.
Sifat dari bahan kimia bom ini sangat sensitif dan mudah meledak apabila terkena panas, tekanan atau gesekan, listrik statis, ataupun radiasi ultraviolet. (cr03)