ADVERTISEMENT

Hubungan Bintang Porno Stormy Daniels dengan Donald Trump Diungkap Dalam Buku

Rabu, 8 Februari 2023 09:00 WIB

Share
Stormy Daniels
Stormy Daniels

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

AS, POSKOTA.CO.ID- Bintang film dewasa Stormy Daniels menerima pembayaran uang tutup mulut dari mantan Presiden Donald Trump.

Mantan Jaksa New York menyebut peristiwa ini sebagai "kasus zombie" yang terus muncul kembali dari kematian.

Hal ini ditulisnya dalam buku baru yang diterbitkan “People vs Donald Trump: An Inside Account”.  

Tempat dia dulu bekerja sekali lagi mempertimbangkan untuk mengajukan tuntutan pidana terhadap Donald Trump atas masalah ini.

Dikutip dari The Guardian pada Senin (6/2/2023), buku Mark Pomerantz ini terbukti kontroversial. Paling tidak karena itu tiba ketika Jaksa Wilayah Manhattan Alvin Bragg terus menyelidiki Donald Trump yang memberikan bukti sidang dewan juri tentang pembayaran Stormy Daniels.

Alvin Bragg dan Mark Pomerantz yang berselisih karena penyelidikan Donald Trump telah bertukar pendapat di media.

Mark Pomerantz mencantumkan banyak hal yang menurutnya Jaksa New York mempertimbangkan untuk menuntut Donald Trump. Termasuk permasalahan pajaknya, hubungannya dengan lembaga keuangan termasuk Deutsche Bank dan Ladder Capital, transaksi properti di Washington dan Chicago, dan persewaan Menara Trump di Manhattan.

Namun dia mengatakan pembayaran Stormy Daniels tampaknya merupakan cara yang layak untuk mengambil alih Donald Trump.

Stormy Daniels, bernama asli Stephanie Clifford, mengaku berselingkuh dengan Donald Trump pada 2006. Tetapi dia menyangkalnya pada 2016 saat mencalonkan diri sebagai Presiden. Pengacara dan pemecah masalah saat itu, Michael Cohen, membayar Stormy Daniels $ 130 ribu untuk tetap diam.

Berita pembayaran pecah pada awal 2018 ketika Donald Trump menjadi Presiden. Donald Trump terungkap telah mengganti pembayaran Michael Cohen tetapi hanya Michael Cohen yang membayar harganya secara hukum dengan pelanggarannya terhadap undang-undang keuangan pemilihan umum yang berkontribusi pada hukuman penjara tiga tahun. Sementara Donald Trump tidak pernah dituntut. 

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT