JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Pegiat media sosial, Denny Siregar mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih sering lagi membaca sejarah terbentuknya bangsa Indonesia.
Terlebih, menurutnya bagi orang-orang yang sering menggaungkan untuk mengubah Indonesia menjadi negara khilafah.
Denny Siregar sangat menentang pihak-pihak yang ingin mengubah dasar bangsa Indonesia menjadi negara khilafah.
Bahkan Denny Siregar sangat malu kepada para pejuang yang dulu dengan sekuat tenaga berjuang untuk memerdekakan bangsa Indonesia, tetapi kini ada orang-orang yang mengganungkan negara khilafah.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Denny Siregar dalam sebuah konten video yang diunggah oleh kanal YouTube CokroTV pada Rabu (10/11/2021).
“Kalau kita sering membaca sejarah terbentuknya Indonesia, pasti akan malu melihat orang-orang kemarin sore teriak supaya Indonesia menjadi negara syariah, negara satu agama,” kata Denny Siregar.
“Orang baru lahir, bodoh, enggak pernah membaca dan pentol korek ini seharusnya paham kalau darah yang mengalir saat pernag dulu itu bukan hanya darah orang Islam saja, tetapi darah seluruh agama, seluruh etnis dan ras yang ada di Indonesia,” tambahnya.
Denny Siregar juga meyakini bahwa memang sejak dulu para penghianat ada dari berbagai agama dan seluruh ras.
Pria yang dianggap sebagai buzzer Jokowi itu meminta seluruh pihak untuk tidak merasa paling benar dan berjasa sendiri.
Karena sikap itu justru hanya akan membuat kondisi di Indonesia menjadi gaduh dan ribut antar sesama umat beragama.
“Itulah mengapa saya gigih melawan orang-orang yang ingin mendirikan negara khilafah di negeri ini,” tutur Denny Siregar.
“Saya malu dengan kakek dan nenek saya yang dulu berjuang mengangkat senjata, mengorbankan nyawa hanya demi kemerdekaan anak dan cucunya,” sambungnya.
Denny Siregar menegaskan sekali lagi yang perlu masyarakat Indonesia lakukan adalah untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan.
Justru dengan cara membuat kelompok ekslusif sendiri hanya akan membuat persatuan dan kesatuan yang sudah terbentuk sebelumnya menjadi rusak.
“Dan kita hanya tinggal menjaganya, menjaga persatuannya, bukan malah menjadi kelompok ekslusif yang berkumpul hanya dasar alasan “Agamamu Apa?”,” tukasnya.
“Menjadi pahlawan di masa sekarang ini tidak susah, cukup menjaga negeri ini saja dengan segala kebhinekaannya itu sudah sangat berharga.
“Cara supaya bisa menjadi pahlawan masa kini hanyalah robek semua ego di dada bahwa kita berbeda. Pakai satu seragam yang sama bahwa apapun kita, siapapun kita, kita adalah satu, anak Indonesia dan merah-putih tanamkan di Indonesia,” ucapnya menambahkan. (cr03)
