JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Tirta Mandira Hudhi atau yang lebih dikenal dengan dr Tirta mengatakan bahwa saat ini perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia mengalami perbaikan.
Klaim yang diucapkan oleh dr Tirta dari data yang ditampilkan oleh akun Instagram @perupadata yang bersumber dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), covid19.go.id dan kawalcovid-19.
Dari sumber-sumber yang sudah disebutkan tadi, menurut dr Tirta saat ini perkembangan kasusnya sudah mulai menunjukkan perbaikan.
“Yang pertama angka tesnya itu stabil diangka 100 ribuan, masih jauh dari target tapi walaupun angka tesnya meningkat, ternyata positive rate-nya cenderung menurun. Sekarang kita sudah mendekati batas aman 5 persen,” ucapnya sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Tirta PengPengPeng pada Kamis (9/9/2021)
dr Tirta mengakui bahwa situasi yang ada saat ini sangat berbanding terbalik dari dua bulan yang lalu, tepatnya di awal Juli 2021 yang mana pada saat itu kasus Covid-19 di Indonesia mengalami pelonjakkan drastis.
Selain itu di Indonesia sendiri menurut dr Tirta sudah bisa mengontrol Covid-19 varian Delta karena di luar negeri hingga saat ini masih kelimpungan soal varian tersebut.
“Berita ini tidak terlepas dari kebutnya vaksinasi di Indonesia, yang awal mula kita diprediksi selesai 10 tahun lagi (untuk selesaikan vaksin), sekarang berdasarkan berita dari Kemenkes, Indonesia sekarang nomor 6 di dunia,” kata dr Tirta sambil bertepuk tangan.
Bahkan perkembangan positif yang ditunjukkan oleh Indonesia bisa sampai membuat Malaysia terkaget-kaget.
“Malaysia tuh sampai bilang “kami kaget melihat perkembangan di Indonesia baik cukup cepat”. Jadi mereka sampai kaget, kagetnya ini positif dan negatif, kaget positif berarti apresiasi dengan tindakan Indonesia dan negatifnya data,” tutur dr Tirta.
Akan tetapi pria lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta itu membantah bahwa data penurunan kasus Covid-19 di Indonesia telah dimainkan oleh oknum tertentu.
“Tapi kalau misalkan kaget negatif mengubah data saya kira enggak, karena saya melayani telemedicine setiap hari dan memang trennya tuh menurun. dan jika kita melihat, itu bisa kita lihat dari Bed Occupancy Ratio (BOR) yang ada di rumah sakit sekitar 20-30 persen, jauh berbalik dari angka yang ada di bulan Juli,” kata dr Tirta menambahkan.
Kemudian dr Tirta menjelaskan apa saja faktor yang menyebabkan bahwa Indonesia saat ini berhasil menurunkan kasus Covid-19.
Yang pertama menurut dr Tirta adalah kecepatan vaksinasi Covid-19 yang tinggi sehingga perlindungan pun juga semakin diperluas.
Selain itu poin kedua adalah semakin murahnya swab antigen dan swab PCR juga menjadi peran penting dari penurunan kasus Covid-19 di Indonesia.
Poin yang terakhir yakni dr Tirta memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan influencer, baik yang tenaga kesehatan atau non-kesehatan yang turut serta membantu mengedukasi.
“Contoh gerakan Indonesia Pasti Bisa yang diprakarsai oleh teman-teman artis juga salah satunya ada Ivan Gunawan, ada Deddy Corbuzier dan banyak tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya,” pungkasnya.
Semengtara itu, sejumlah negara kini sudah mulai pertimbangkan akan lakukan penyuntikkan vaksin booster Covid-19.
Diketahui vaskin booster merupakan suntikkan tambahan untuk memperkuat imun dalam tubuh seseorang.
Amerika Serikat (AS) kabarnya akan mulai memberikan 100 juta suntikan booster pada 20 September mendatang.
Namun menurut keterangan, AS hanya akan menggunakan vaksin Pfizer - BioNTech untuk booster.
Sebelumnya, para pejabat memberitahu Gedung Putih untuk mempertimbangkan kembali rencana memberikan vaksin penguat pada masyarakat luas akhir bulan ini.
Ketika Covid-19 varian Delta meningkat, Joe Biden khawatir penularan di antara orang-orang yang telah divaksinasi akan tetap terjadi.
"Kami menunggu pemeriksaan penuh dan persetujuan FDA" dan para penasihat CDC," kata juru bicara Gedung Putih Chris Meagher.
Lantas seberapa efektif kah vaksin booster untuk mencegah seseorang agar tidak terpapar Covid-19?
Menurut influencer Tirta Hudhi atau biasa disapa dr Tirta, kemungkinan vaksin booster bisa berjalan tidak efektif.
Hal itu disebabkan karena vaksin booster tidak bisa efektif apabila 80 persen warga di suatu negara kondisinya belum stabil dari suatu pandemi.
"Booster itu (dilakukan) kalau kondisi suatu negara belum 80 persen, nggak efektif," kata dr. Tirta menjelaskan, dikutip poskota.co.id dari Kanal Youtube Deddy Corbuzier, pada Minggu (5/9/2021).
Lanjut dr Tirta, vaksin booster dikatakan sah digunakan oleh siapapun, asal dengan catatan kondisi warga di suatu negara sudah 80 persen mendapatkan vaksin.
"Sebenernya booster itu sah-sah aja didapatkan semua orang, tapi selama (vaksinasi) belum 80 persen warga dapet, ya masa sih mas nggak etis," ujarnya. (cr03)
