Download E-Paper

Tak Bisa Ditawar Lagi

Jumat, 04 Desember 2020 - 06:30
Sental-sentil Ilustrasi (Ucha)

KASUS positif Covid-19 kembali melonjak dari sebelumnya. Lonjakan cukup mengagetkan mencapai angka 8.369 orang pada Kamis (03/12/2020). Angka ini hampir dua kali lipat pada situasi melandai.

Banyak faktor penyebab, di antaranya merebaknya kasus kerumuman di sejumlah tempat, masih rendahnya disiplin sebagian masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Sejalan dengan itu, kian meningkatknya pergerakan masyarakat. Semakin padatnya aktivitas sosial ekonomi masyarakat yang kadang tidak dibarengi dengan ketatnya penerapan 3M.

Ditambah lagi, terlihat semakin banyak kelompok masyarakat melakukan swab test baik secara mandiri maupun kerja sama dengan satgas, dinas dan puskesmas.

Baca juga: Terlalu..Jika Masih Ragu

Juga kian aktifnya warga masyarakat melakukan swab test sebagai bentuk kesadaran diri setelah berinteraksi dengan orang yang diketahui kemudian terpapar Covid.

Semakin transparan, tentu akan mengungkap data riil, jumlah kasus sebenarnya. Karena itu tadi, ga ada yang ditutupi.

Itu juga keberhasilan "testing", peningkatan pengujian PCR test dengan menambah jumlah lab dan mobil lab PCR.

Dengan melakukan testing, akan lebih banyak orang yang bisa teridentifikasi, apakah terkena serangan virus corona atau tidak.

Baca juga: Kelompok Rentan Lebih Instan

Jika banyak yang terkena otomatis akan menambah kasus positif. Yang menjadi masalah kenaikannya cukup drastis. Ini yang perlu dicermati bersama.

Boleh jadi lesatan angka karena akumulasi atau validasi sistem pendataan. Lepas dari itu semua, peningkatan disiplin masyarakat adalah yang utama.

Ada kesan, PSBB diperlonggar, kian longgar pula kewajiban menjalani 3M. Padahal prokes tidak terkait dengan level PSBB.

Ada PSBB atau tidak, prokes 3M wajib dijalankan selama masa pandemi. Selama virus corona masih menyebar di negeri kita ini, prokes tak bisa ditawar-tawar lagi. (jokles/tha)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->