Download E-Paper

Ariza Sebut Bansos Covid-19 di DKI Jakarta Dibagi Dalam 3 Bentuk

Jumat, 02 Oktober 2020 - 20:25
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Yono)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan, sampai saat ini Pemprov DKI telah mengirimkan bansos kepada 2,46 juta warga DKI yang terdampak wabah Covid-19. Beliau mengatakan, pendanaan Bansos tersebut berasal dari berbagai sumber, terutama APBD yang telah dialokasikan oleh Pemprov DKI.

"Pemprov DKI telah menggulirkan program perlindungan sosial di masa pandemi ini, seperti Bansos dengan total penerima mencapai 2,46 juta KK. Bansos disalurkan bagi warga di sejumlah wilayah DKI jakarta dan kepulauan Seribu," ucap Ariza sapaan akrabnya, dalam sebuah diskusi virtual, Jumat (2/10/2020).

Pembagian Bansos tersebut dibagi dalam tiga bentuk, yakni bansos, pengobatan, dan stimulus fiskal. "Bantuan tersebut yang dibagi ke tiga bentuk, yakni Bansos, Pengobatan dan Stimulus fiskal (ekonomi)," ujarnya.

Terkait dengan kritik yang menyebutkan, bahwa bansos yang dibagikan Pemprov DKI untuk masyarakat yang terdampak pageblug virus Corona yang dinilai tidak memenuhi kebutuhan warga di masa Pandemi, Ariza tetap mengapresiasi hasil temuan tersebut.

Menurut dia, hasil temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi Pemprov DKI dalam penyaluran Bansos.

"Semoga hasil penelitian ini dapat benar-benar jadi masukan berharga bagi DKI dalam pelaksanaan program perlindungan sosial. Sehingga ke depannya Pemprov akan semakin baik lagi dalam mengambil langkah yang lebih konkret," kata Riza.

Dalam kesempatan yang sama, Koalisi Pemantau Bansos Jakarta mencatat, isi paket bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih belum memenuhi kebutuhan warga yang terdampak pandemi virus corona.

Ari Nurman, Peneliti Perkumpulan Inisiatif yang tergabung dalam koalisi, mengatakan, dari hasil monitoring dan evaluasi koalisi ditemukan bahwa jenis atau isi paket bansos tidak sesuai kebutuhan pandemi. Sebab, selama ini paket bansos yang diberikan lebih kepada bahan kebutuhan pokok sehari-hari.

"Isinya itu ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan pandemi. Jadi minimal, untuk sanitasi, ternyata hanya mendapat satu sabun mandi, itu untuk satu masa bansos, dan itu dipakai untuk satu keluarga, terus terang enggak cukup," kata Ari. (Yono/tha)

 

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->