POSKOTA.CO.ID - Viral sebuah video memperlihatkan sejumlah warga menggeruduk sebuah gedung Panti Asuhan.
Video tersebut diunggah pada akun Instagram @fakta.jakarta pada Sabtu 5 Oktober 2024.
Menurut keterangan, kejadian tersebut terjadi di Panti Asuhan Darussalam An'nur , Kunciran Indah, Tangerang, Banten pada Kamis 3 Oktober 2024 malam waktu setempat.
Warga melakukan hal tersebut setelah mendengar kabar bahwa telah terjadi tindakan penyimpangan seksual hingga pencabulan yang dilakukan oleh sejumlah oknum panti tersebut.
Menurut keterangan dalam video diketahui terdapat 15 anak laki-laki yang memiliki rentang usia 8 hingga 12 tahun.
Hal tersebut memicu kemarahan warga karena perilaku yang tidak senonoh tersebut.
Terdapat setidaknya terdapat tiga orang pelaku berinisial Y (30), S (49) dan satu pelaku lagi yakni A masih dalam pengejaran.
"Dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan oleh Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi.
Dirinya mengkonfirmasi bahwa satu orang tersebut masih dilakukan pengejaran oleh pihak kepolisian.
"Sementara satu orang tersangka lainnya masih dalam proses pengejaran," lanjut Ade.
Kedua tersangka yang sudah tertangkap ini akan dijatuhi hukuman dan terkena padal perlindungan anak.
Mereka pun terancam terkena hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara. Selain itu tersangka dapat dikenakan denda hingga Rp5 Milyar.
"Persangkaan Pasal 76 E jo 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman pidana minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun atau denda paling banyak Rp 5 miliar," jelas Ade Ary.
Seluruh korban pencabulan saat ini masih dalam masa pemulihan dan diungsikan ke Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Dinas Sosial Tangerang.
Mirisnya, perilaku seperti ini dikatakan sudah berlangsung lama dan baru terungkap belakangan ini setelah salah satu korban berani melaporkan hal tersebut.
Para pelaku diduga mengimingi-imingi korban dengan makanan, game hingga berlibur ke destinasi wisata.
Setelah korban terperdaya, mereka akan melakukan aksinya dengan dalih memijit korban namun lama kelamaan melakukan pencabulan.
Korban tidak dapat melawan karena para pelaku merupakan orang yang memberi mereka perawatan mulai dari kecil hingga saat ini.
Atas kejadian ini pihak kepolisian Tangerang masih melakukan pengembangan kasus dan akan melakukan upaya terbaik bagi korban dengan memberikan hukuman yang setimpal pada pelaku.
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp Poskota agar tak ketinggalan update berita setiap hari.