PMKS berpura-pura tidak bisa jalan lalu berlari saat akan dijaring petugas di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. (ist)

Jakarta

Pura-pura Pincang, PMKS Ini Ternyata Bisa Lari Kencang Saat Hendak Dirazia Petugas

Selasa 03 Jan 2023, 20:38 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Seorang ibu berinisial PO (49) berpura-pura pincang dan tidak bisa jalan bersama sang anak berinisial AS (30) untuk mengemis di Ibu Kota.

Kepala Suku Dinas Sosial (Kasudinsos) Jakarta Barat, Suprapto mengatakan, keduanya telah dijaring petugas.

Mereka diketahui berasal dari Surabaya, Jawa Timur.

"Mereka setelah kita tangkap kita rujuk ke panti shelter di Panti Sosial yang di Kedoya," ujarnya kepada wartawan saat dikonfirmasi, Selasa (3/1/2023).

Menurut Suprapto, ibu dan anak itu memang kerap mengemis di wilayah Jakarta Barat, khususnya di kawasan Wisata Kota Tua, Tamansari.

Keduanya kini telah berada di Panti Sosial itu akan dilakukan pembinaan.

Mereka akan dilakukan assesment atau pendataan terlebih dahulu sebelum dibina.

"Kalau memang mereka tidak punya keluarga dan terlantar di DKI Jakarta ya pasti akan kita rujuk ke panti-panti rehabilitasi yang ada di DKI Jakarta," paparnya.

Suprapto merinci, sebanyak 1.465 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di wilayah Jakarta Barat selama tahun 2022.

Mereka yang terjaring langsung digiring ke Panti Sosial.

"Selama tahun 2022, total ada sebanyak 1.465 PKMS kita jaring," tuturnya.

Dalam aksinya, para PMKS tersebut ada yang berpura-pura sakit.

Bahkan beberapa diantara mereka ada yang berpura-pura pincang hingga tidak bisa jalan.

"Misalnya mereka berpura-pura sakit, tidak bisa jalan, kemudian ditandu ataupun diangkut oleh anak ataupun orang lain sehingga mendapat belas kasih dari orang-orang yang ada di situ, khususnya tempat banyak berkumpul orang untuk memberikan uang atau rupiah," jelas Suprapto.

PMKS tersebut ternyata masih sejat walafiat alias sama sekali tidak sakit.

Bahkan ada PMKS yang menggunakan tandu, namun saat akan dijaring mereka justru lari terbirit.

"Nah ini memang banyak yang berpura-pura sakit atau tidak bisa jalan, lumpuh dan digendong atau ditandu oleh seorang anak ya, tapi setelah petugas mendapati sering dan melihat mereka ternyata bisa berjalan. Setelah akan kita jangkau atau akan kita amankan, dia bisa berdiri, bangun dan lari menghindari petugas P3S," pungkasnya. (pandi)

Tags:
razia pmksPMKS Dirazia di JakbarPetugas Razia PMKSKasudinsos Jakarta Baratsuprapto

Pandi Ramedhan

Reporter

Administrator

Editor