Ini Kandungan dan Efek Gas Air Mata, Benda yang Diduga Jadi Pemicu Banyaknya Korban Tewas di Tragedi Kanjuruhan

Senin, 3 Oktober 2022 19:00 WIB

Share
Aparat keamanan saat menembakkan gas air mata ke arah tribun.(Foto: ist)
Aparat keamanan saat menembakkan gas air mata ke arah tribun.(Foto: ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dunia sepak bola kembali harus berduka pasca tragedi Kanjuruhan terjadi pada Sabtu (1/10/2022). Laporan Polri menyebut korban tewas dalam tragedi tersebut berjumlah 125 orang, dan 323 luka-luka. Namun, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyebut korban tewas di datanya berjumlah 131 orang.

Peristiwa tersebut terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, usai Arema kalah 2-3 melawan Persebaya. Para penonton meluapkan kekecewaannya dengan turun ke lapangan, namun dibalas dengan tembakan gas air mata oleh para aparat. Oleh karenanya, para suporter panik meninggalkan stadion. Beberapa di antaranya meregang nyawa lantaran sesak nafas hingga terinjak-injak.

Publik menduga bahwa gas air mata adalah benda yang jadi pemicu banyak korban tewas di Tragedi Kanjuruhan. Lantas apa kandungan dan efek gas air mata?

 

Kandungan Gas Air Mata

Berbeda dengan namanya, gas air mata sejatinya merupakan benda cair atau padat yang dapa terdispersi halus di udara lewat penggunaan semprotan, generator kabut, atau granat. Zat yang paling sering digunakan sebagai gas air mata adalah senyawa halogen organik.

Dilansir dari halaman emergency.cdc.gov, gas air mata merupakan agen pengendali kerusuhan. Ia merupakan senyawa kimia yang mampu melumpuhkan massa dengan menyebabkan iritasi pada mata, mulut, tenggorokan, paru-paru, dan kulit.

Gas air mata bereaksi dengan kelembaban sehingga mampu mempengaruhi bagian tubuh yang lembab.

 

Berikut ini beberapa zat yang menjadi komposisi gas air mata yang paling umum yakni senyawa chloroacetophenone (CN) dan chlorobenzylidenemalononitrile (CS). Contoh lain yang digunakan sebagai kompisisinya adalah  chloropicrin (PS), yang juga digunakan sebagai fumigan (yaitu, zat yang menggunakan asap untuk mendisinfeksi suatu area), bromobenzilsianida (CA), dibenzoxazepine (CR), dan kombinasi berbagai agen lainnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar