Covid-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Apa Saja Gejalanya?

Senin 13 Jun 2022, 09:20 WIB
Ilustrasi virus Covid-19.(Pixabay)

Ilustrasi virus Covid-19.(Pixabay)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Meski pemerintah telah melonggarkan kegiatan masyaratak, namun kita belum bebas dari pandemi.

Terbukti, di beberapa negara kini muncul varian baru Covid-19, bahkan kini sudah masuk ke Indonesia.

Melansir dari Sehat Negerikuvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 telah terdeteksi di Tanah Air.

Hal ini terbukti pada 6 Juni 2022, di mana ada 4 kasus subvarian BA.4 dan BA.5.

Keseluruhan 4 kasus tersebut terdiri dari 1 orang positif BA.4 seorang WNI dengan kondisi klinis tidak bergejala serta vaksinasi Covid-19 sebanyak 2 kali.

Sementara tiga orang terkonfirmasi kasus positif BA.5, mereka adalah pelaku perjalanan luar negeri delegasi pertemuan The Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali 23-28 Mei 2022 lalu.

Hal ini langsung ditanggapi oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr. Mohammad Syahril, Sp.P., MPH., memaparkan, secara epidemiologi subvarian BA.4 subvarian melalui GISAID di tingkat global.

Laporan itu didaptkan dari 58 negara dan 5 negara BA.4 terbanyak, seperti Afrika Selatan, Britania Raya, Denmark dan Israel.

Sedangakan BA.5 diketahui sudah dilaporkan sebanyak 8.687 kali dari 63 negara.

Misalnya, Portugal, Amerika, Jerman, Inggris dan Afrika Selatan.

"Transmisi BA.4 dan BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibandingkan subvarian omicron BA.1 atau BA.2. Tingkat keparahan dari BA.4 serta BA.5 tidak ada indikasi kesakitan yang melebihi varian Omicron sebelumnya," jelas Syahril, melalui virtual conference press, Jumat (10/6/2022).

Berita Terkait
News Update