Partai Golkar Yakin Tak Akan Ditinggal Jokowi, Ini Alasannya

Kamis, 26 Mei 2022 21:27 WIB

Share
Politisi senior Partai Golkar, Taufiq Hidayat. (foto: ist)
Politisi senior Partai Golkar, Taufiq Hidayat. (foto: ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Presiden Joko Widodo diyakini tak akan meninggalkan Partai Golkar dalam barisan koalisi pendukung pemerintah, walau apapun yang terjadi di internal partai beringin tersebut jelang pemilihan Presiden 2024.

Demikian disampaikan politisi senior Partai Golkar Taufiq Hidayat, kepada sejumlah wartawan, Kamis 26 Mei 2022.

Menurut Taufiq, hubungan Presiden Jokowi dengan Partai Golkar sangat istimewa. Mengusung Pak Jokowi pada Pilpres 2019 menjadikan Partai Golkar pertama kalinya, sejak era reformasi, berhasil mengusung capresnya terpilih menjadi presiden.

Hal ini, selain menimbulkan kesan tersendiri, berdampak pula pada posisi Partai Golkar yang sangat strategis dalam pemerintahan.

"Jabatan Menteri Koordinator Perekonomian dipercayakan kepada Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Ditambah pos Menteri Perindustrian dan Menteri Pemuda dan Olah Raga," papar Taufiq.

Mantan Ketua DPP Partai Golkar ini juga menyampaikan, posisi strategis Partai Golkar bukan hanya jatah menteri di kabinet saja. Terpenting, akses terhadap Presiden sebagai kepala pemerintahan terbuka lebar bagi Partai Golkar.

"Namun kini, yang terjadi adalah gambaran situasi yang paradoks antara Ketum Partai Golkar dengan Presiden Jokowi," ucap Mantan Ketua Umum PB HMI ini.

Taufiq pun mengungkapkan, Presiden Jokowi terlihat tidak mempercayai lagi Airlangga. Hal ini akibat politik ilusif yang ditempuh Airlangga.

"Misalnya saja, kegagalan UU Omnibus Law, di mana MK menegaskan cacat formil. Lalu, impor barang yang tidak terkendali, di mana Presiden Jokowi hingga menegur langsung di Bali. Terbaru, perbedaan tata niaga minyak goreng," ujarnya.

Menurut Taufiq, serangkaian sumber masalah tersebutlah yang menimbulkan distrust di mata Presiden Jokowi. Bahkan, di berbagai forum pertemuan dengan pemimpin dunia, Airlangga kerap tidak disertakan.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar