TANGERANG, POSKOTA.CO.ID – Seorang pria berinisial SP (29) merudapaksa kenalannya di gubuk tengah sawah di Desa Mauk, Mauk, Kabupaten Tangerang.
Tak hanya itu, setelah Hasrat bejatnya terpuaskan, pelaku kabur dengan membawa harta benda milik korbannya.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol, Zain Dwi Nugroho mengatakan, tersangka dan korban berinisial A (29) baru kenal selama tiga bulan.
Namun, selama tiga bulan tersebut, keduanya baru dua kali bertemu.
"Jadi mereka tiga bulan kenalan itu hanya lewat WhatsApp saja. Kalau ketemuan baru dua kali sama kejadian tersebut," katanya, Minggu (27/3).
Zain menjelaskan, awal mula keduanya berkenalan saat pelaku memepet korban di jalan.
Lalu, keduanya bertukar nomor telepon.
“Jadi tersangka tuh awalnya memepet korban di jalan beberawa bulan lalu. Kemudian mereka bertukar nomor telepon dan intens berhubungan” terang Zain.
Saat kenalan dengan korban yang berstaus janda, lelaki berandalan itu tidak mengakui bahwa dirinya sudah memiliki istri.
Akhirnya selama 3 bulan itu mereka intens berkomunikasi melalui WhatsApp.
Saat bertemu yang kedua kalinya pada Kamis 10 Maret lalu, tersangka yang sudah menganggap A sebagai kekasihnya, mencoba mengajak korban untuk berhubungan intim.
"Jadi tersangka ini sudah merasa berpacaran dengan korban, makanya berani meminta korban untuk berhubungan intim. Namun, korban menolak," ucapnya.
Karena nafsunya sudah diubun-ubun, akhirnya lelaksi asal Desa Kelebet, Kemiri tersebut, merudapksa korban di tengah sawah.
Tak hanya itu, bejatnya lagi, SP menggondol harta benda korban seusai menumpahkan hawa nafsunya.
Korban yang ditinggal seorang diri di tengah sawah pun hanya bisa menangis.
Seusai kejadian, korban melaporkan peristiwa buruk yang menimpanya ke Polresta Tangerang.
Setelah melakukan penyelidikan akhirnya polisi pun meringkus SP.
Kepada penyidik, SP mengatakan bahwa sang istri saat ini sedang mengandung anak keduanya.
SP mengaku khilaf dan tidak bisa menahan nafsu hingga nekat merudapaksa korban. (vero)