Anggota DPR Ini Miris Ada Impor Gula, Sebab dalam Stetemennya Presiden Jokowi Jelas Memerangi Impor

Selasa, 30 Maret 2021 21:03 WIB

Share
Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari bersama Dirjen Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono saat di Komisi IV DPR. (ist)
Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari bersama Dirjen Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono saat di Komisi IV DPR. (ist)

JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR Endang Setyawati Thohari  menolak tegas adanya impor gula apapun alasannya, sebelum adanya penjelasan dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan berapa kebutuhan gula sesungguhnya saat bulan Ramadan dan Lebaran Idul Fitri.

"Saya menolak adanya impor gula sebelum adanya penjelasan dari Kementerian Pertanian dan Kementrian Perdagangan berapa stok gula saat ini. Berapa ribu ton yang dibutuhkan sebenarnya," kata Endang Setyawati Thohari , politisi Gerindra ini saat dihubungi, Selasa (30/3/2021) malam.

Doktor Pertanian Lulusan Perancis ini sangat miris jika ada impor gula ketika stok masih berlimpah. Dengan adanya impor gula tersebut akan membuat petani tebu akan menderita. 

Endang mengaskan, adanya impor gula, antara tidak adanya koordinasi antara Kementerian Pertanian dengan Kementrian Perdagangan secara baik.

Selain itu masalah data produksi gula berapa sebetulnya saat bulan Ramadhan dan lebaran Idul Fitri.

"Harus dipetakan dulu datanya. Menurut data BPS kebutuhan gula mencukupi. Hanya berkurang beberapa ton. Tapi tadi, mau nggak Kementerian Pertanian itu menjelaskan produksi gula sekarang berapa dan kebutuhannya berapa," ujarnya. 

Endang mengatakan, sering dilakukan impor dengan alasan untuk industri tanpa menjelaskan berapa sesungguhnya kebutuhan gula untuk industri.

"Ini tidak pernah clear. Rasanya saya miris ya, kalau RDP dengan beberapa Kementerian. Kita sedang membahas produksi, tiba-tiba di sebelah (Kementerian Perdagangan, red) kan tak masuk Komisi IV mengimpor gula. Dan tidak mau mendengarkan Kementerian Pertanian," ucapnya.

Endang Setyawati Thohari  selaku anggota DPR terus memantau soal impor gula,  dan miris karena ada impor gula saat ini, padahal Presiden Jokowi dalam pernyataanya jelas memerangi impor.

"Jadi saya miris. Sebab UU ada. Tapi impor tetap jalan. Jadi cuma retorika saja. Makanya perlu political will yang kuat sehingga jajaran di Kementerian itu patuh dengan statementnya Presiden. Kan gitu!" tegasnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar