Juru Bicara Pemerintah dr Reisa Brotoasmoro. (ist)

Nasional

Dr Reisa Sebut ada Ribuan Hoaks Beredar Selama Pandemi

Selasa 22 Des 2020, 10:44 WIB

JAKARTA, POSKOTA. CO. ID –  Juru Bicara Pemerintah dr Reisa Brotoasmoro menyebut sudah ada ribuan hoax yang beredar selama 9 bulan pandemi di Indonesia. Bahkan beberapa diantaranya terkait vaksin Covid-19.

"Padahal banyak sekali manfaat vaksin yang sudah kita ulas. Jadi, penting ya, untuk meluangkan sedikit waktu mencari informasi dari sumber-sumber yang valid di masa seperti sekarang ini (pandemi)," jelas Reisa kembali mengedukasi masyarakat melalui tayangan "Gali dan Kenali Agar Hoax Tak Mengakali", sebagimana disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (21/12/2020) sore.

Dia mengatakan beberapa hoax yang beredar, seperti yang menyebut vaksin adalah bibit penyakit, dan menerimanya sama saja dengan membuat badan rentan terkena penyakit.

Baca juga: Wawan: Berita Tertangkapnya Tiga Anggota BIN oleh FPI adalah Hoaks

"Nah, anggapan ini salah. Karena vaksin itu terbuat dari bakteri atau virus yang sudah dilemahkan, yang fungsinya membuat badan kita menjadi kenal, dan kebal melawan penyakit tersebut. Hal ini tidak sama ya, dengan membuat tubuh sakit," lanjut Reisa.

 

Ia pun memaparkan, ada beberapa jenis vaksin. Pertama, vaksin mati adalah jenis vaksin yang mengandung virus atau bakteri yang sudah dimatikan.

Kedua, vaksin hidup adalah vaksin yang mengandung bakteri atau virus yang dilemahkan. Ketiga, vaksin sub unit adalah adalah vaksin yang dibuat dari komponen virus/bakteri.

Baca juga: Munarman Dilaporkan Barisan Ksatria Nusantara Terkait Penyebaran Hoaks Tewasnya 6 Anggota FPI

Dan keempat, vaksin toksoid adalah vaksin yang dibuat dari toksin yang sudah dilemahkan. Untuk kandungan vaksin, terdiri dari antigen, stabilitator, adjuvant dan pengawet.

Lalu , hoax yang kedua, seperti vaksin mengandung zat-zat yang berbahaya. Padahal, kata Reisa, vaksin yang sudah diproduksi massal harus memenuhi syarat utama yaitu aman, efektif, stabil dan efisien.

"Setiap vaksin yang beredar, harus lolos uji dari lembaga otoritas yang berwenang. Di Indonesia, ada Badan POM (Pemeriksa Obat dan Makanan) yang akan memastikan bahwa vaksin aman dan tidak mengandung bahan berbahaya," jelasnya.

Selain itu, masyarakat juga masih bertanya-tanya, apakah setelah vaksin tersedia, maka masyarakat langsung aman?

Baca juga: Beredar Sprindik untuk Menteri BUMN, Ketua KPK Sebut Hoaks dan Perintahkan Ungkap Pemalsunya

Reisa menjelaskan, bahwa vaksin adalah salah satu cara agar Indonesia bisa segera keluar dari pandemi Covid-19. Asalkan, sudah tercipta kekebalan komunitas pada mayoritas penduduk dunia.

Untuk itu Reisa kembali mengingatkan, vaksin bukan satu-satunya solusi untuk mencegah penularan Covid-19.

Disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan juga penting dan efektif menurunkan risiko penularan.

 "Jadi, gerakan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) ditambah vaksinasi tentu akan lebih baik," pesan Reisa.

Baca juga: Dr Reisa : Setelah Divaksin Seseorang akan Ingat yang Harus Diwaspadai

Meski demikian, masih banyak lagi mitos dan hoax lain yang beredar di tengah-tengah masyarakat seputar vaksin.

Masyarakat diminta untuk memilah-milah informasi yang benar. Masyarakat juga bisa menghubungi kontak hotline resmi Satgas Covid-19 di nomor 119 ekstensi 9.

Atau bisa berkunjung ke website resmi pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 di alamat covid19.go id.

"Lebih baik mencerna informasi lebih baik, kan. Daripada panik atau bahkan menjadi penyebar hoax,"  Reisa menjelaskan. (johara/tri)

 

Tags:
Dr Reisa Sebutada Ribuan Hoaks Beredarselama pandemiDr Reisa Sebut ada Ribuan Hoaks Beredar Selama PandemiSatgas Covid-19Ingat Pesan Ibupakai maskercuci tanganCuci Tangan Pakai SabunJaga JarakJaga Jarak Hindari Kerumunan

Reporter

Administrator

Editor