Disiplin Protokol Kesehatan, Warga Diajak Lindungi Lansia dan Komorbid

Minggu 11 Okt 2020, 16:58 WIB
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo

JAKARTA - Kelompok lanjut usia (lansia) dan orang mempunyai penyakit penyerta (komorbid) menjadi kelompok yang paling rentan terpapar Covid-19. Karenanya Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19, mengajak warga untuk tak abaikan protokol kesehatan.    

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, pelanggaran protokol kesehatan berisiko sangat besar bagi lansia dan kelompok komorbid. 

"Angka kematian lansia dan komorbid mencapai 80% sampai 85%. Sebuah angka yang sangat tinggi sekali," papar Doni Monardo dalam bincang-bincang spesial “Media Bertanya, Doni Monardo Menjawab" di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta. 

Baca juga: Tangkal Berita Hoaks, Satgas Covid-19 Gandeng Dewan Pers

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu juga menjelaskan kelompok berisiko tinggi, seperti lansia dan komorbid, harus sedari awal sudah diketahui jika positif Covid-19. 

Berdasarkan data rumah sakit, jelas Doni Monardo, gejala ringan memang bisa 100% sembuh. Angka kematian pada pasien berisiko ringan 2,5 %, risiko sedang 8 %, dan risiko berat dan kritis mencapai 67 %. 

Doni Monardo mengatakan perubahan dari gejala ringan ke sedang itu membutuhkan proses lebih dari seminggu. Sementara perubahan dari kondisi sedang ke berat atau buruk sangat cepat, sekitar satu jam saja.

Baca juga: Satgas Covid-19 Kampanye Gerakan 3M di Pasar Bambu Kuning Sunter Agung

"Ini yang perlu dipahami untuk mengetahui kondisi masing-masing. Jangan menunggu parah. Lebih cepat penanganan akan lebih baik," ungkap Doni Monardo yang baru saja melakukan kunjungan ke Sulawesi, Papua, dan Bali.

Ia juga mengapresiasi pemerintah daerah yang telah memberikan sanksi tegas pada pelanggar protokol. Aturan sanksi ini, kata Doni Monardo, telah ditetapkan dalam Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tetang sanki bagi yang melanggar protokol kesehatan Covid-19.
 
"Aparat Kepolisian dan Satpol PP diberi kewenangan untuk memberi sanksi pada mereka yang melanggar, baik perseorangan dan perusahaan," kata Doni Monardo yang pernah menginap selama tiga bulan di kantornya saat pandemi ini mulai melanda negara kita. (ruh) 

Berita Terkait
News Update