Keraton Yogyakarta menggelar perayaan ini dengan mengarak berbagai hasil bumi yang disusun berbentuk kerucut besar dari Pagelaran Keraton menuju Masjid Gedhe Kauman.
Setelah didoakan, masyarakat biasanya akan langsung berebut untuk mengambil hasil bumi tersebut sebagai simbol dari keberkahan.
Baca Juga: Tradisi Unik Warga Menes Pandeglang Sambut Ramadhan, Gelar Makan Bersama di Jalan
4. Meugang (Aceh)
Jelang Idul Fitri, masyarakat Aceh mengadakan tradisi Meugang, yaitu memasak dan menikmati daging sapi atau kerbau bersama keluarga, kerabat, serta yatim piatu.
Tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Selain dilakukan pada Idul Fitri, tradisi ini juga dilakukan saat perayaan Idul Adha.
5. Batobo (Riau)
Di Riau, tradisi Batobo dilakukan untuk menyambut para perantau yang pulang kampung. Nantinya, para pemudik diarak melalui pematang sawah dengan iringan rebana menuju tempat berbuka puasa bersama.
Tradisi Batobo di Riau ini juga sering dimeriahkan dengan mengadakan pengajian dan sejumlah perlombaan baca Al-Qur’an.
Baca Juga: Menarik! Inilah Tradisi Unik Ramadhan di Berbagai Negara
6. Tumbilotohe (Gorontalo)
Tumbilotohe atau "malam pasang lampu" adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Gorontalo untuk menyambut 1 Syawal. Dulunya, tradisi ini untuk membantu distribusi Zakat Fitrah.
Saat ini, perayaan tersebut dilakukan dengan memasang lampu di halaman rumah dan sepanjang jalan menuju masjid selama tiga malam terakhir bulan Ramadhan.
7. Tellasan Topak (Madura)
Di Madura, Idul Fitri dirayakan dengan tradisi Tellasan Topak atau Lebaran Ketupat. Perayaan ini digelar seminggu setelah Idul Fitri dan justru lebih meriah dibandingkan hari raya itu sendiri.
Saat merayakan tradisi Madura tersebut, masyarakat akan berkumpul untuk menikmati hidangan ketupat bersama keluarga dan tetangga.