POSKOTA.CO.ID – Setiap tanggal 26 Maret, dunia memperingati Hari Kesadaran Epilepsi Sedunia atau yang dikenal dengan sebutan Purple Day.
Momen ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian dan pemahaman terhadap para penyandang epilepsi, sekaligus ajakan untuk menghentikan stigma yang selama ini masih melekat di masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan edukatif dan solidaritas, Hari Kesadaran Epilepsi Sedunia mendorong kita semua untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, aman, dan mendukung bagi mereka yang hidup dengan kondisi neurologis ini.
Apa itu Hari Kesadaran Epilepsi Sedunia?
Hari Kesadaran Epilepsi Sedunia, dikenal juga sebagai Purple Day, adalah hari internasional yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global tentang epilepsi.
Diperingati setiap 26 Maret, momen ini mengajak masyarakat dunia untuk lebih memahami kondisi epilepsi, menghapus stigma, serta mendukung para penyandang epilepsi.
Baca Juga: Hari Internasional Anak Belum Lahir Diperingati Tiap 25 Maret, Ini Sejarah dan Tujuannya
Sejarah Hari Kesadaran Epilepsi Sedunia
Hari Kesadaran Epilepsi Sedunia pertama kali diprakarsai oleh Cassidy Megan, seorang gadis muda dari Kanada yang didiagnosis menderita epilepsi.
Pada tahun 2008, Cassidy bekerja sama dengan organisasi Epilepsy Association of Nova Scotia untuk mengkampanyekan pentingnya kesadaran dan pemahaman terhadap epilepsi.
Ia memilih warna ungu (purple) sebagai simbol karena warna tersebut melambangkan kesatuan, keberanian, dan perjuangan bagi para penyandang epilepsi.
Baca Juga: Trump Berencana Akan Hapus Status Legal bagi 532 Ribu Imigran, Apa Dampaknya?