ADVERTISEMENT

Putra Presiden Joe Biden Didakwa Atas Pelanggaran Pajak Senilai Rp21,7 Miliar

Jumat, 8 Desember 2023 19:23 WIB

Share
Hunter Biden dituduh atas sembilan dakwaan pelanggaran pajak oleh Departemen Kehakiman AS. (Foto/Sky News).
Hunter Biden dituduh atas sembilan dakwaan pelanggaran pajak oleh Departemen Kehakiman AS. (Foto/Sky News).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID- Putra Presiden Amerika Serikat, Hunter Biden, didakwa terkait gagal membayar pajak sebesar 1,4 juta USD atau senilai Rp21,7 Miliar pada Kamis (7/12/2023) waktu setempat.

Melansir Sky News, Departemen Kehakiman AS menuduh Hunter menggunakan semua uang tersebut untuk gaya hidup mewahnya, termasuk mobil, pakaian mewah hingga obat-obatan terlarang. 

Lebih lanjut, Hunter dituduh atas sembilan dakwaan yang terdiri dari tiga tindak pidana berat dan enam pelanggaran ringan.

Semua dakwaan tersebut diduga terjadi pada 2016 dan 2019 dalam bentuk pajak federal dan menghindari ketetapan pajak pada 2018 lalu.

Departemen Kehakiman AS juga menyebut,  Hunter akan menerima hukuman hingga 17 tahun penjara jika dirinya terbukti bersalah. 

Sebelumnya, Hunter juga pernah menerima dakwaan pertamanya penggunaan narkoba saat membeli sebuah senjata pada 2018 lalu di Delaware. 

Pengacara Hunter, Abbe Lowell mengatakan bahwa anak Presiden Joe Biden tersebut telah melunasi semua pajaknya. 

Lowell malah menuduh jaksa David Weiss yang memimpin penyelidikan kasus Hunter telah mengingkari perjanjian pada dakwaan pertama.

“Sekarang, setelah lima tahun melakukan penyelidikan tanpa bukti baru  dan dua tahun setelah Hunter membayar penuh pajaknya. Jaksa AS telah mengajukan sembilan dakwaan baru padahal dia baru saja setuju beberapa bulan yang lalu untuk menyelesaikan masalah ini dengan sepasang pelanggaran ringan," jelas Lowell.

Perlu diketahui, Weiss merupakan jaksa di Delaware yang ditunjuk dan ditetapkan oleh mantan presiden AS, Donald Trump, sebagai jaksa khusus pada Agustus lalu. 

Pihak Gedung Putih pun sejauh ini menolak memberikan komentar terkait  kasus yang menimpa Hunter Biden ini. 

ADVERTISEMENT

Reporter: Ashley Angelina Kaesang
Editor: Ashley Angelina Kaesang
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT