Pasca Deklarasi Anies-Cak Imin, Warga NU dan Pemilih PKB Masih Mendukung Prabowo

Jumat, 15 September 2023 15:54 WIB

Share
Peneliti Senior SRS Edwin Abdul. (ist)
Peneliti Senior SRS Edwin Abdul. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Hasil survei terbaru dari Surabaya Research Syndicate (SRS) menunjukkan bahwa  pasca deklarasi pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebagian terbesar warga NU dan pemilih PKB di Jawa Timur tetap mendukung Prabowo Subianto.  

"Meskipun dukungan terhadap Anies Baswedan di Jawa Timur sedikit mengalami kenaikan, tapi elektabilitas Prabowo masih tetap kokoh di puncak survei," kata Peneliti Senior SRS Edwin Abdul, Jumat (15/9/2023).

Demikian kesimpulan dari hasil survei nasional terbaru yang dilaksanakan SRS  pada 3 sampai dengan 12 September 2023 di 38 kabupaten/kota di seluruh provinsi Jawa Timur. Populasi dari survei ini adalah seluruh Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Jawa Timur dan telah berumur minimal 17 tahun (memiliki e-KTP). 

Jumlah sampel sebanyak 1000 responden yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak sistematis (systematic random sampling). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara melalui telepon dengan responden dipandu dengan kuesioner. 

"Sedangkan ambang kesalahan (margin of error) yang ditetapkan dalam survei ini sebesar +/- 3,1% dengan tingkat kepercayaan (level of confidence) 95%. Validasi data mengacu pada data kependudukan yang dikeluarkan Biro Pusat Statistik (BPS)," ucapnya.
 
Berdasarkan hasil survei SRS, jika pemilu dilaksanakan saat ini bagian terbesar atau sebanyak 41,4% responden yang mengaku warga NU di Jawa Timur akan memilih Prabowo Subianto. Kemudian sebanyak 34,3% menyatakan pilihannya pada Ganjar Pranowo, sedangkan sebanyak 13,6% mengaku mendukung Anies Baswedan dan 10,7% belum bisa memutuskan memilih siapa (undecided).

Edwin Abdul menyebut, dibandingkan hasil survei SRS sebelumnya (Agustus 2023), bacapres Anies Baswedan memang mengalami sedikit kenaikan dukungan dari warga NU Jawa Timur.  Pada survei Agustus 2023, sebanyak 10,8% responden dari kalangan Nahdliyin mengaku akan memilih Anies jika saat itu dilaksanakan pemilu. Sementara itu pada survei bulan September 2023, sebanyak 13,6% warga Nahdliyin Jawa Timur memilih Anies. Ini berarti, pasca menggandeng Cak Imin elektabilitas Anies  di kalangan warga NU Jawa Timur hanya mengalami kenaikan 2,8% saja. 

"Pendukung Prabowo Subianto dari kalangan Nahdliyin Jawa Timur relatif stabil jika dibandingkan survei Agustus 2023. Dapat dikatakan tak ada migrasi dari pendukung Prabowo ke kubu Anies-Cak Imin. Kenaikan 2,8% yang diperoleh Anies Baswedan berasal dari sebagian warga NU yang sebelumnya mendukung Ganjar Pranowo dan sebagian dari responden yang sebelumnya masih undecided," ucapnya.

Lantas saat simulasi Pilpres hanya diikuti oleh tiga capres saja, elektabilitas Prabowo Subianto semakin menguat. Pada saat kepada responden diajukan pertanyaan, siapakah yang akan dipilih jika saat ini dilaksanakan Pilpres dan hanya diikuti oleh Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, ternyata sebanyak 43,8% responden mengaku memilih Prabowo, kemudian 39,7% mengaku memilih Ganjar dan 15,2% menjatuhkan pilihan pada Anies. Sebanyak 1,3% responden menyatakan belum punya pilihan (undecided).

Jarak elektabilitas Prabowo Subianto dengan Ganjar Pranowo maupun dengan Anies Baswedan semakin lebar ketika SRS membuat simulasi head to head. Saat kepada responden diajukan pertanyaan, siapakah yang akan dipilih jika saat ini dilaksanakan Pilpres dan hanya diikuti oleh Prabowo dan Ganjar, ternyata sebanyak 51,3% warga Jawa Timur mengaku akan memilih Prabowo dan 45,2% menyatakan dukungannya pada Ganjar, sementara 3,5% responden belum bisa memutuskan (undecided). 

"Begitu pula ketika dibuat simulasi head to head, Pilpres hanya dikuti Prabowo dan Anies, dominasi bacapres Partai Gerindra itu semakin tak terkejar. Sebanyak 56,8% mengaku akan memilih Prabowo dan hanya 40,1% responden yang menyatakan dukungannya pada Anies.," katanya Edwin Abdul. (rizal)
 

Reporter: Rizal Siregar
Editor: Fernando Toga
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar