Kamerun dan Serbia Sajikan Laga Paling Seru yang Berakhir Imbang untuk Pelihara Peluang

Senin, 28 November 2022 20:25 WIB

Share
Pemain Kamerun Aboubakar saat mencetak gol ke gawang Serbis. (foto: Fifa.com)
Pemain Kamerun Aboubakar saat mencetak gol ke gawang Serbis. (foto: Fifa.com)

QATAR - Kamerun dan Serbia menyajikan tontonan laga paling seru selama gelaran Piala Dunia 2002 di Qatar. Kedua tim saling jual beli serangan, alhasil laga Kamerun dan Serbia berakhir hasil imbang 3-3.

Ada yang menyebut, laga Kamerun dan Serbia paling mendebarkan di pertandingan Piala Dunia ini, ada juga yang mengatakan, mungkin pertandingan paling menghibur di turnamen sejauh ini.

Kedua belah saling kejar dan kedua belah pihak tertinggal di titik yang berbeda dalam pertandingan, dan mereka berdua melakukannya, menyadari bahwa mereka membutuhkan poin setelah kehilangan pembuka masing-masing.

Meskipun Serbia memulai dengan lebih baik, lewat Aleksandar Mitrovic menyia-nyiakan tiga peluang awal, mengancam,  salah satunya dari tiang.

Tim Kamerun yang memimpin ketika Jean-Charles Castelletto mampu mengubah bola menjadi gol. yakni pada menit 20.

Namun, setelah itu, Serbia membalas gol pada menit 46 oleh Pavlovic 46. Servia malah berbalik unggul ketika Milinkovic-Savic membuat gol pada menit 49, dan tak lama kemudian Mitrovic membuat keunggulan menjadi 3-1 pada menit 53.

Pertandingan benar-benar seru. Kamerun yang defisit dua gol, mampu mengejar lewat Aboubakar pada menit 64, dan dilanjut gol Choupo-Moting menit 66.

Bagaimanapun, laga ini menjadi pertandingan yang menghibur di babak kedua, dengan Serbia memiliki beberapa penyerangan awal yang ditandai karena offside, sebelum Mitrovic menyelesaikan gerakan passing yang bagus, yang diatur dengan baik oleh Andrija Zivkovic.

Kamerun terlihat seperti akan kalah, namun mereka berhasil menyamakan kedudukan dengan dua kali mengalahkan jebakan offside Serbia.

Dengan gol pertama, pada menit ke-63, Vincent Aboubakar tampak mengira dia offside meski bendera tetap diturunkan dan mencoba chip yang berani masuk, kemudian memicu kegembiraan saat VAR memastikan bahwa dia baru saja berhasil unggul. pembela terakhir.

Halaman
Reporter: Winoto
Editor: Winoto
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar