Duh! Gegara Dituding Pelakor, Mahasiswi Korban Penganiayaan Istri Sopir Ojol Bakal Cabut Laporannya ke Polisi

Selasa 27 Sep 2022, 16:05 WIB
Seorang mahasiswi, AP (22) yang menjadi korban penganiayaan. (zendy)

Seorang mahasiswi, AP (22) yang menjadi korban penganiayaan. (zendy)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gegara dituduh pelakor, seorang mahasiswi, AP (22) yang menjadi korban penganiayaan istri sopir ojek online (ojol) berencana mancabut laporannya yang dilayangkan ke Polsek Pesanggrahan.

Rencana pencabutan laporannya itu, dilakukan AP usai dirinya bertemu dengan orang tua dari pelaku penganiayaan di indekosnya di Jalan Madrasan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

"Kemarin (Senin, 26 September) orang tua pelaku kesini, dia minta damai. Jadi kemungkinan laporan nya saya cabut," ujar AP saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (27/9/2022).

AP menjelaskan, dalam pertemuannya dengan orang tua pelaku tersebut yakni, keluarga berjanji akan membawa pelaku, EM ke psikolog.

Tujuannya, agar EM tidak mengulangi perbuatan serupa kepada orang lain.

"Kemarin keluarga nya bakal jamin setelah damai pelaku nya mau di bawa ke psikolog," tuturnya.

Aksi penganiayaan itu sempat viral melalui sebuah unggahan video dari rekaman CCTV di sebuah indekos di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Dalam video yang sempat viral itu, menarasikan bahwa kejadian dugaan penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (17/9/2022) sore.

AP menjelaskan kejadian itu bermula saat dirinya tengah memesan ojek online yang tertuju ke kosnya.

Tak berselang lama, akhirnya AP mendapatkan pengendara ojol itu.

Setibanya di lokasi, AP langsung menuju lokasi penjemputan dirinya.

Kemudian, ternyata pengemudi ojol itu tengah melakukan video call dengan sang istri.

"Saya pesen ojol dari kampus mau ke kosan di Jalan Madrasah. Pas sampe tempat driver nya, dia lagi video call. Posisi HP nya ditaro di motor, kayaknya gua masuk ke video callnya," kata AP saat ditemui di Polsek Pesanggarahan, Rabu (21/9/2022).

"Habis itu bapaknya bilang mau anter penumpang dulu dan matiin video call. Terus gua dikasih helm buat siap-siap jalan," sambung dia.

Setibanya di indekosnya, AP tiba-tiba mendapat sebuah panggilan telfon dengan nomor yang tidak ia kenal.

Ternyata, penelfon tersebut mengaku istri dari pengendara ojol yang telah mengantarkan AP pulang ke indekos.

"Orang yang ditelpon ini ada di depan gerbang kost marah-marah dan nerobos masuk nyuruh gua turun. Dia bilang dia istrinya si driver ojol," kata AP.

Namun demikian, saat itu korban langsung menghampiri yang disebutnya sang istri ojol tiba-tiba terlibat cekcok hingga sang istri ojol itu melakukan pemukulan kepada dirinya.

"Dia cemburu dan nuduh gua meluk-meluk suaminya di motor. Gua bilang jangan asal nuduh kalo enggak ada buktinya, ibu itu malah makin marah. Dia narik-narik baju gua sampai akhirnya ngejambak juga," katanya.

Warga sekitar pun kemudian berdatangan dan berusaha melerai keributan tersebut.

Setelah itu, pengemudi ojol dan istrinya diminta untuk pergi dari lokasi tersebut.

Atas kasus penganiayaan yang dialaminya, korban langsung melapor ke Polsek Pesanggarahan, guna dilakukan tindakan lebih lanjut.

Sementara itu, Kapolsek Pesanggrahan Kompol Nazirwan mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan tersebut.

Kini anggotanya masih melakukan penyelidikan dan memanggil beberapa saksi, guna mengetahui kebenaran dari kasus tersebut.

"Itu sudah berproses, masih dalam lidik. Cuma kita masih manggil beberapa saksi lagi, sudah ditangani," tutur dia.

Laporan itu teregistrasi dengan nomor LPB/367/K/IX/2022/Sek Sanggar, Res Jaksel, PMJ tanggal 17 September 2021. (zendy)

Berita Terkait

News Update