Gawat! Refly Harun Cium Adanya Tekanan Terhadap Bharada E di Kasus Penembakan Brigadir J, Terpaksa Berikan Pengakuan Palsu Demi Ikuti Skenario Atasan 

Senin, 8 Agustus 2022 23:09 WIB

Share
Gawat! Refly Harun Cium Adanya Tekanan Terhadap Bharada E di Kasus Penembakan Brigadir J, Terpaksa Berikan Pengakuan Palsu Demi Ikuti Skenario Atasan 
Kolase Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun dan Bharada E, tersangka kasus penembakan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. (ist/diolah dari google.com)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menyoroti pernyataan pengacara Bharada E.

Pengacara tersebut menyebut kliennya itu membuat pengakuan berbohong mengenai kasus kematian Brigadir J.

Mengutip berita jakarta.poskota.co,id, kuasa hukum baru Bharada E, Deolipa Yumara, mengungkap bahwa kliennya memberikan keterangan palsu kepada pihak berwajib selama pemeriksaan.

Deolipa menegaskan kalau kebohongan itu dilakukan karena Bharada E mendapat tekanan untuk mengikuti skenario yang telah dibuat oleh atasannya.

Refly kemudian menyampaikan bahwa pengakuan bohong Bharada E memang harus diperiksa lebih lanjut.

“Pengakuan bohong itu apakah karena terpaksa atau karena kesadaran sendiri untuk menutupi keterlibatan dirinya? Nanti akan dibuktikan,” tuturnya dilansir dari kanal YouTube Refly Harun.

Refly juga menyinggung soal pangkat Bharada E yang merupakan paling rendah dibanding orang-orang yang terlibat dalam kasus kematian Brigadir J itu.

“Dari semua orang yang ada di TKP, dia yang pangkatnya paling rendah, yaitu bhayangkara dua (bharada).” katanya.

Ia menyebut kalau jarak pangkat antara Bharada dengan Brigadir berjumlah delapan tingkat. “Ke Bripka RR itu bedanya sembilan tingkat, apalagi ke pangkat irjen,” lanjut Refly.

Dengan begitu, Refly menilai posisi Bharada E justru sangat rawan untuk dijadikan sebagai kambing hitam.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar