PBB: Sebanyak 1,5 Persen Populasi Suriah Hilang Akibat Perang

Rabu, 29 Juni 2022 16:00 WIB

Share
Kondisi kota Kobane Suriah yang hancur atau yang dikenal sebagai Ain al-Arab pada 2015. (Sumber: History)
Kondisi kota Kobane Suriah yang hancur atau yang dikenal sebagai Ain al-Arab pada 2015. (Sumber: History)

SWISS, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 306.887 warga sipil tewas di Suriah tewas selama konflik sejak Maret 2011 atau sekitar 1,5 persen dari populasi.

Hal ini diumumkan Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Konflik Suriah muncul dari protes damai terhadap pemerintahan Presiden Bashar Al Assad pada Maret 2011.

Lalu ini berubah menjadi perang berlarut-larut yang menyedot kekuatan dunia.

Konflik di garis depan sebagian besar telah dibekukan selama bertahun-tahun. Tetapi kekerasan dan krisis kemanusiaan terus berlanjut. Jutaan orang disebutkan masih mengungsi di dalam perbatasan Suriah.

Jumlah terbaru korban tewas berdasarkan delapan sumber informasi dan mencakup 10 tahun pertama konflik hingga Maret 2021 rata-rata tercatat 83 kematian setiap hari. Dengan 18 di antaranya adalah anak-anak.

“Tingkat angka korban sipil dalam 10 tahun terakhir mewakili 1,5 persen dari total populasi Republik Arab Suriah pada awal konflik, meningkatkan keprihatinan serius atas kegagalan pihak-pihak dalam konflik untuk menghormati norma hukum kemanusiaan internasional tentang perlindungan warga sipil,” menurut laporan yang diamanatkan oleh Dewan HAM PBB di Jenewa Swiss pada Selasa (28/6/2022) seperti dikutip dari Reuters.

Perkiraan ini dianggap mewakili hanya sebagian dari seluruh kematian menurut laporan tersebut.

Karena hanya mencakup mereka yang meninggal sebagai akibat langsung dari perang dan bukan kematian tidak langsung karena kurangnya perawatan kesehatan atau akses ke makanan atau air.

Angka tersebut juga tidak termasuk kematian non sipil.

Halaman
Reporter: Ignatius Dwiana
Editor: Ignatius Dwiana
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar