JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Tingginya harga cabai membuat pedagang di Pasar Slipi, Jakarta Barat, pusing hingga harus putar otak. Salah satunya, dengan mencampurnya dengan cabai 'pesawat'.
Sri, salah satu pedagang cabai di Pasar Slipi mengatakan, cara tersebut dilakukan agar dirinya dapat menjual cabai kepada konsumen dengan harga yang tidak terlalu tinggi.
"Saya jual Rp100 ribu per kg. Itu saya campur sedikit pakai cabai pesawat, yang lancip-lancip itu ujungnya, yang pedas," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (26/6/2022).
Saat ini, harga cabai rawit merah di pasar Slipi nasih diangka Rp120 ribu per kg.
Harga tersebut dinilai masih sangat tinggi di pasaran. Sehingga Sri mencampur cabai rawit merah dengan cabai pesawat agar konsumen tidak terlalu keberatan.
"Namanya saya orang dagang saya akal akalin, saya campur, jadi saya bisa jual Rp100 ribu per kg. Kalau ga gitu yang belanja kan bingung juga, jelasnya.
Meski demikian, Sri mengaku tidak ada sama sekali konsumen yang protes. Justru banyak konsumen yang tertarik membeli cabai di ruko sederhana miliknya itu.
Selain mencampur dengan cabai pesawat, Sri juga mengakali penjualan cabai rawit merah dengan dicampur menggunakan cabai putih.
"Kalau dicampur pakai cabai putih saya jual Rp80 ribu per kg. Kalau dicamput pakai cabai pesawat saya jual Rp100 ribu per kg," paparnya.
"Konsumen rata-rata udah pada tau, jadi ga ada yang protes sih. Saya juga kan nyediain cabai rawit merah yang murni kalau konsumennya emang mau," tambah Sri.
Sementara itu, harga cabai keriting ijo saat ini masih diangka Rp80 ribu per kg, begitu juga dengan harga keriting merah yakni Rp80 ribu per kg.
Bawang merah masih stabil yakni masih diangka Rp65 ribu per kg. Bawang putih jenia banci Rp28 ribu per kg, dan bawang putih jenis kating Rp35 ribu per kg.
Untuk itu, Sri dan pedagang sayur mayur lain sangat berharap supaya harga kebutuhan pokok di pasar kembali normal secepatnya. (Pandi)