JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dua pemuda yang melakukan aksi koboi di Kafe Vol Bottle Shop, Senopati, Jakarta Selatan berhasil ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka usai mengacungkan senjata api mainan ke pengunjung kafe berinisial AA.
Adapun insiden itu terjadi pada Minggu (12/6) dinihari. Kedua pemuda itu berinisial AAR dan IR.
Awalnya tersangka AAR ditangkap di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada hari Minggu (15/6). Setelah itu, tersangka IR akhirnya menyerahkam diri ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Selasa (14/6).
Saat menyerahkan diri, tersangka IR justru nekat membawa dan menyerahkan barang bukti berupa pistol mainan kepada polisi.
"(Bawa pistol mainan) iya betul dia malah bawa itu," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit saat dikonfirmasi, Kamis (16/6/2022).
"Dia datang itu alibinya 'ini pak pistol saya, ini yang saya todongkan kok yang waktu di tkp'. Penyidik langsung melakukan investigasi internal pengecekan lagi," lanjut Ridwan.
Ridwan mengatakan, tersangka IR membawa barang bukti tersebut agar tidak dikenakan pasal yang berat oleh pihak kepolisian. Namun, polisi langsung melakukan penyelidikan lebih dalam terkait hal itu.
"Iya dia gak mau terjerat dengan pasal yang lebih berat. Kan penyalahgunaan airsoft gun itu dikenai pasal. Dia mau mengelabui anggota bahwa yang dia melakukan penodongan itu cuman pistol mainan," ujar Ridwan.
"Pistol mainan itu bisa meringankan dia dalam tindakan dia itu. Ternyata kita melakukan pendalaman lagi ternyata itu bukan yang dia gunakan," tutup Ridwan.
Awalnya, AAR sempat cekcok berebut toilet dengan seseorang yang juga pengunjung Kafe itu. Hingga akhirnya AA tiba, disitulah AA dipukul menggunakan Knuckle oleh AAR.
Sampai akhirnya masuk ke ruangan Kafe, AA masih dipukuli oleh AAR.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan setelah AAR terus memukuli AA akhirnya IR muncul dan mengeluarkan senjata mirip Airsoft Gun dan langsung mengacungkan ke arah AA.
"Kemudian saudara AAR langsung melakukan pemukulan dengan alat kepada AA namanya knuckle. Sehingga korban langsung jatuh dan kemudian korban bangun lagi itu juga masih dihajar lagi," kata Budhi di Lobby Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (15/6/2022).
"Kemudian datang temannya lagi atas nama IR. IR ini berusaha melerai kejadian tersebut awalnya antara AAR dan AA. Kemudian dipisahkan, masuk ke ruang tertentu, kemudian justru IR malah mengacung ngacungkan senjata kepada korban dan kawan kawannya yang ada di tempat tersebut," lanjutnya.
Selanjutnya, tersangka AAR disangkakan pasal 351 dgn ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.
"Dan tersangka IR karena kami sudah berkonsultasi dan yurispudensi bahwa air softgun jiga bisa dikenakan uu darurat maka yang bersangkuan kita kenakan UU darurat dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," kata Budhi. (Zendy)