ADVERTISEMENT

Wabah Muncul Lagi di Tiongkok Daratan Gegara Omicron Siluman

Senin, 14 Maret 2022 20:30 WIB

Share
Tempat tes asam nukleat di rumah sakit Shanghai Tiongkok menyusul muncul kembali kasus COVID-19 pada 11 Maret 2022.
Tempat tes asam nukleat di rumah sakit Shanghai Tiongkok menyusul muncul kembali kasus COVID-19 pada 11 Maret 2022.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TIONGKOK, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak  1.337 kasus baru COVID-19 yang ditularkan secara lokal di puluhan kota di Tiongkok dilaporkan pihak berwenang Tiongkok pada Senin (14/3/2022).

Jumlah kasus harian terbesar dalam dua tahun yang menurut para pakar dipicu Omicron siluman.

Sebagian besar kasus baru itu tercatat di Provinsi Jilin Tiongkokdengan 895 kasus. Shenzhen, salah satu kota di provinsi itu, melaporkan 75 kasus baru setelah penduduk memulai tes massal pertama dari tiga putaran yang direncanakan.

Pihak berwenang akhirnya memberlakukan lockdown atau penguncian terhadap kota berpenduduk 17,5 juta itu.

Jumlah ini relatif kecil dibandingkan dengan jumlah yang dilaporkan di Eropa, AS, atau Hong Kong.

Namun jumlah kasus baru yang dilaporkan pada Senin (14/3/2022) di Tiongkokdaratan merupakan yang tertinggi sejak wabah besar COVID-19 pertama kali terdeteksi di pusat Kota Wuhan pada awal 2020.

Zhang Wenhong mengungkapkan dalam sebuah artikel di media bisnis Caixin bahwa jumlah kasus baru di Tiongkok daratan kali ini adalah dalam tahap awal kenaikan eksponensial.

Dia adalah ahli penyakit menular terkemuka di rumah sakit yang berafiliasi dengan Universitas Fudan Shanghai.

Zhang Wenhong mengatakan sebagian besar wabah saat ini didorong varian yang umumnya dikenal sebagai Omicron siluman. Ini merupakan keturunan dari Omicron asli yang dalam istilah ilmiah disebut varian BA.2 omicron.

Studi-studi awal menunjukkan varian ini menyebar lebih cepat daripada Omicron asli tetapi tidak lebih berbahaya

Halaman

ADVERTISEMENT

Reporter: Ignatius Dwiana
Editor: Ignatius Dwiana
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT