"Pihak investor asing dari Inggris dan Malaysia tidak dapat ke Indonesia karena adanya travel ban (dilarang bepergian) baik adanya lockdown di negara mereka atau PPKM di Indonesia. Karena itu izinkan saya yang mewakili mereka di sini. Proyek ini bernilai investasi Rp1,8 Triliun. Pembangunannya akan dilaksanakan secara serentak dengan kontraktor pembangunan berasal dari perusahaan konstruksi nasional dan kontraktor negeri Gingsen Korea. Jika tidak ada halangan proyek ini akan tuntas 18 bulan," kata John Nainggolan.
Ia menuturkan, selama pembangunan proyek investasi ini diharapkan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi baik lokal maupun nasional, sehingga akan mendukung program pemulihan ekonomi Nasional selama pandemi ini.
Ketika proyek selesai, maka ketahanan energi nasional akan meningkat dalam bentuk peningkatan stok penyimpanan BBM nasional dengan bertambahnya kapasitas sebesar 150.000 KL. BBM yang akan disimpan berupa solar.
"Penentuan lokasi di Tanjung Sembilang, Samboja Kukar Kaltim akan memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat Kaltim. Selain adanya peningkatan ekonomi lokal selama pembangunan proyek, juga akan memberikan gambaran positif iklim investasi di Kaltim. Dengan adanya tambahan kapasitas penyimpanan solar industri sebesar 50.000 KL, akan berguna untuk kebutuhan energi di industri pertambangan, pertanian, kelistrikan dan industri lainnya," ucapnya.
Ini sebagai tanda dimulainya proyek pembangunan tangki timbun dan terminal BBM di Samboja Kukar dan beberapa wilayah lainnya seperti di Cirebon dan Subang, Jawa Barat.
Sementara itu, Jumiati Wahid, S.Ag, Lurah Muara Sembilang, Kecamatan Samboja mengatakan, pihaknya sangat mendukung dan akan berkontribusi secara baik untuk melaksanakan dan menyukseskan proyek pembangunan tersebut.
Dengan adanya tangki timbun dan terminal BBM, akan menguntungkan warga sekitar khususnya dan masyarakat luas Kaltim.
Hal senada juga diucapkan Hj Wakifah Tanjeng, Ketua RT 07 dengan perwujudan pembangunan ini desa menjadi maju.
Desa ini akan menjadi desa yang berkembang.
"Kan masyarakat disini sangat memerlukan bahan bakar solar yang merupakan sarana pendukung sebagai mata pencaharian mereka, tambak udak dan nelayan. Selain itu dengan nyatanya proyek pastinya akan membutuhkan tenaga kerja," pungkasnya. (*/bu)