Tolong Jangan Takut! Terasa Menggigil Pasca Divaksin? Ketua Satgas IDI Beri Solusi Simpel, Salah Satunya Minum Obat Ini

Sabtu, 4 September 2021 18:47 WIB

Share
Efek Smaping Setelah Divaksin (Foto: Istimewa)
Efek Smaping Setelah Divaksin (Foto: Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia, Zubairi Djoerban paham pasti banyak orang yang belum divaksin merasa khawatir dengan efek samping yang ditimbulkan setelahnya.

Akan tetapi Profesor Zubairi mengungkapkan bahwa seharusnya masyarakat tidak perlu merasa panik yang berlebihan karena jika merasa adanya efek samping yang ditimbulkan setelah vaksin masih menjadi hal yang lumrah.

Sekarang yang  jadi pertanyaannya adalah berapa lama efek samping tersebut bertahan dan bagaimana jika setelah divaksin badan merasa menggigil, sakit kepala atau muncul ruam bintik-bintik merah dikulit?

Menruut Profesor Zubairi, sebenarnya ada beberapa hal yang perlu dicermati bagi orang-orang yang baru akan divaksin.

“Harus dipahami dulu. Efek samping pascavaksin adalah normal. Itu tanda vaksinnya “nendang” dan sistem kekebalan tubuh Anda melakukan tugasnya. Dia itu sedang membangun perlindungan terhadap virus,” tulis Profesor Zubairi di akun Twitternya pada Kamis (2/9/2021).

Lantas bagaimana jika seseorang justru sama sekali tidak merasakan efek samping setelah disuntuk vaksin Covid-19? Ternyata hal itu juga merupakan sesuatu yang sangat normal.

“Namun, amat normal juga untuk tidak mendapatkan efek samping sama sekali atau hanya ringan. Seperti saya, ketika divaksin Moderna. Saya demam setengah jam setelah disuntik. Tapi ada juga memang yang demam tiga hari dan lengan bekas suntikannya bengkak. Ada,” tambah Profesor Zubairi.

Pada intinya, jika seseorang masih merasa sehat-sehat saja pasca divaksin atau merasakan beberapa efek samping setelah tiga hari mengalami demam maka hitungannya masih masuk ke dalam kategori normal.

“Ukurannya, selama Anda masih bisa berkegiatan pascavaksin atau setelah tiga hari demam, ya itu normal atau umum. Termasuk sakit kepala, merasa lelah, panas dingin, menggigil, mual dan bengkak di tempat suntikan. Semuanya itu masih normal,” tutur Profesor Zubairi.

Namun Profesor Zubairi menegaskan bahwa yang jadi perhatian khusus yakni jika seseorang mengalami sakit dengan gejala yang sangat parah setelah disuntik vaksin, maka orang itu harus segera meminta arahan langsung kepada ahli agar efeknya tidak membuat tubuh menjadi bermasalah.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar