Kapolri Jenderal (pol) Listyo Sigit Prabowo. (ist)

NEWS

Terungkap, Ini Alasan Kapolri Cabut Telegram Soal Larangan Media Tayangkan Kekerasan Polisi

Rabu 07 Apr 2021, 10:51 WIB

JAKARTA, POSKOTA. CO.ID - Pasca dikecam oleh berbagai pihak terkait kebijakan media dilarang lakukan penayangan kekerasan pihak polisi.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo langsung bergerak cepat mencabut Telegram nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 dan berikan klarifikasinya.

Dalam klarifikasinya, Kapolri beberken alasan kenapa cabut larangan telegram soal arogansi tersebut secara mendadak.

Menurutnya, hal itu dilakukan setelah mendengar dan menyerap aspirasi dari kelompok masyarakat.

Sigit menjelaskan, niat awal dibuatnya surat Telegram tersebut adalah meminta agar jajaran kepolisian tidak bertindak arogan atau menjalankan tugasnya tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

"Arahan saya ingin Polri bisa tampil tegas namun humanis, namun kami lihat di tayangan media masih banyak terlihat tampilan anggota yang arogan. Oleh karena tolong anggota untuk lebih berhati-hati dalam bersikap di lapangan," terang Sigit.

Sigit menekankan, gerak-gerik perilaku anggota kepolisian selalu disorot oleh masyarakat.

Sebab itu, Sigit mengingatkan, satu perbuatan arogan oknum polisi dapat merusak citra Polri yang saat ini sedang berusaha menuju untuk lebih baik dan profesional.

"Karena semua perilaku anggota pasti akan disorot, karena sampai ada beberapa perbuatan oknum yang arogan, merusak satu institusi, karena itu saya minta agar membuat arahan agar anggota lebih hati-hati saat tampil di lapangan," sambungnya.

Sigit melanjutkan, dalam Telegram yang sempat muncul tadi ternyata menimbulkan perbedaan penafsiran dengan awak media (insan pers).

Kesalahan persepsi dalam hal ini bukanlah media melarang meliput arogansi polisi dilapangan.

Namun demikian, menurut Sigit, semangat sebenarnya dari Telegram itu adalah pribadi dari personel kepolisian itu sendiri yang tidak boleh bertindak arogan.

"Jadi dalam kesempatan ini saya luruskan, anggotanya yang saya minta untuk memperbaiki diri untuk tidak tampil arogan namun memperbaiki diri sehingga tampil tegas, namun tetap terlihat humanis," tuturnya.

"Bukan melarang media untuk tidak boleh merekam atau menyambil gambar anggota yang arogan atau melakukan pelanggaran," tambah Sigit.

Sigit menegaskan, sampai dengan saat ini, internal Korps Bhayangkara masih memerlukan kritik dan saran dari seluruh elemen masyarakat. Sehingga, peran media sebagai salah satu pilar demokrasi akan tetap dihormati oleh Polri.

"Karena kami Polri juga butuh masukan dan koreksi dari ekternal untuk bisa memperbaiki kekurangan kami. Oleh karena itu, saya sudah perintahkan Kadiv Humas untuk mencabut STR tersebut," jelas Sigit.

Tags:
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowopenayangan kekerasan pihak polisikadiv-humas-polri-irjen-argo-yuwonooperasional prosedur (SOP)surat telegram

Reporter

Administrator

Editor