Download E-Paper

Tak Layani Ajakan Kencan Wil Dibunuh Di Depan Ortu

Rabu, 30 Desember 2020 - 07:30
Nah ini dia.

SEDANG nagih hasrat ditolak, bikin otak soak kali ya? Buktinya Wahono, 57, oknum PNS dari Wonogiri (Jateng) ini. Sudah mau pensiun masih macem-macem, punya WIL segala. Giliran kepengin kencan ditolak, jadi kalap. Di depan orangtuanya janda Suminah, 34, dibunuh. Takut dihajar masa Wahono gantung diri.

Dulu usia pensiun 56, sekarang diulur jadi 58. Lumayanlah, ada tambahan penghasilan 24 bulan lagi secara utuh. Sayangnya, tambahan keuangan itu ada juga yang memanfaatkan untuk cari WIL segala. Padahal pada akhirnya, lebih banyak mudlaratnya ketimbang nikmatnya. Bagaimana nggak banyak mudlarat, sebab selain harus kucing-kucingan sama istri di rumah, bisa menjadi catatan buruk (kondite) seorang PNS menjelang pensiun.

Baca juga: Bagaimana Istri Tak Malu, Suami Ahli Celana Dalam

Salah satu oknum PNS yang macem-macem itu adalah Wahono yang tinggal di Kismantoro Kabupaten Wonogiri. Di kala masa kerjanya tinggal 1 tahun lagi, eh…..penjaga sekolah (Pak Bon) ini kesrimpet gelung (konde) wanita muda Suminah tetangga desa. Tapi maklumlah, meski usia sudah oversek, melihat bodi seksi Suminah Wahono mendadak jadi rosa-rosa kembali macam Mbah Marijan. Jika ditanya orang berapa usianya, selalu dijawab, “Puser ke atas 40 tahun, puser ke bawah 17 tahun.”

Karena merasa masih 17 tahun tersebut Wahono belakangan penampilannya mirip ABG saja. Rambutnya yang sebetulnya sudah mulai memutih, kini dengan sengaja selalu pakai “ilmu hitam” alias semiran rambut. Dengan rambut yang masih hitam legam tersebut Wahono pede saja mendekati Suminah.

Suminah mau dipacari Wahono yang lebih layak jadi bapaknya itu, sebab duitnya moprol (gampang). Dan oknum PNS ini makin lengket, sebab timbal balik antara benggol dan bonggol berbanding lurus. Artinya Wahono tak sayang memberikan uang karena Suminah juga tidak pelit memberi pelayanan ranjang.

Baca juga: Di-Phk Terdampak Covid-19 Bini Disosor Debt Kolektor

Tapi setelah jadi demenan Wahono selama beberapa bulan, Suminah mulai jaga jarak. Ya karena social distancing, ya karena mulai tidak nyaman menjadi demenan Pak Bon ini. Indikasinya, dia mulai malas memberikan pelayanan ranjang. Bila diajak kencan, Suminah nglipas-nglipas (kabur-kaburan) dengan berbagai alasan. Padahal nafsu Wahono sudah ke kepala.

Belakangan diajak kencan, Suminah selalu menolak. Bahkan nomer HP-Wahono pun diblokir. Bayangkan, baru mau masuk ke HP-nya saja susah, apa lagi “memasuki” orangnya. Oleh karenanya Wahono jadi semakin emosi saja. Awas lu ya, tunggu tanggal mainnya. Keterlaluan memang Wahono, gendakan dianggap iklan bioskop saja.

Baca juga: Manisnya Cinta Istri Teman Pedesnya Saus Cabe di Muka

Dan ternyata Wahono memang bukan hanya gertak sambal. Beberapa malam lalu dia menyatroni rumah Suminah dengan membawa sabit pemotong rumput. Begitu dibukakan pintu oleh korban, langsung saja wanita itu diseret keluar dan dibacok berkali-kali. Si ayah yang mencoba menolong putrinya, kena bacok pula. Habis mengeksekusi Suminah, Pak Bon ini pun kabur.

Suminah tak bisa diselamatkan lagi, karena tatu arang kranjang (banyak luka), sedangkan ayahnya masih bisa diselamatkan di RSU setempat. Polisi pun memburu pelakumya malam itu juga. Dicari ke rumah dalam keadaan kosong, tapi tak lama kemudian ditemukan di belakang rumah dalam kondisi mati tergantung pada pohon cengkeh.

PNS tukang kebon matinya di kebon cengkeh. (Tribun/Gunarso TS)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->