Download E-Paper

Manisnya Cinta Istri Teman Pedesnya Saus Cabe di Muka

Minggu, 27 Desember 2020 - 07:30

KADAR (48), belajar HP smartpone bukan untuk perlancar komunikasi, tapi sekedar untuk melacak jejak mesum istrinya, Kaminten (40). Dari percakapan WA, ternyata benar istrinya ada main dengan Jamal  (50), penjual bumbu dapur. Saking emosinya, Jamal pun dikapruk (disiram) saus cabe mukanya sampai kelojotan.

Jika cinta sudah melekat, bini teman pun terasa coklat. Ini banyak terjadi di mana-mana. Jika ketemu pasangan yang penyabar, cukup diselesaikan dengan perceraian. Tapi banyak pula diakhiri dengan pembunuhan, bahkan dengan cara carok. Maka seperti sering disarankan di sini, apa pun wujud bini di rumah, sudahlah fokus ke situ saja, jangan jelalatan ke mana-mana. Sebab lagi-lagi harus dikatakan, bini orang itu juga seperti biscuit. Bentuk boleh macem-macem, rasa sih sama saja!

Di Pasar Ngawu Kecamatan Playen Gunung Kidul (DIY), ada cinta segitiga antara Jamal pedagang bumbu dapur, dengan suami istri  Kadar-Kaminten pedagang sandal. Kios mereka berdekatan, sehingga gelas minum mereka bisa jejer di nampan yang sama. Ternyata, berangkat dari gelas minuman itulah cinta segitiga bisa dimulai.

Jamal si pedagang bumbu dapur ternyata diam-diam naksir pada istri Kadar yang memang seksi dan manis itu. Tahu kan rasa orang sedang kesengsem? Minuman Kaminten diam-diam ikut pula diminum oleh Jamal. Pikir si penjual bumbu dapur tersebut, nggak dapat bibir Kaminten, dapat bekas bibirnya di gelas juga nggak papa!

Kadang sengaja Jamal minum gelas Kaminten disaksikan pemiliknya, ternyata dianya juga tidak menegur. Bahkan lain hari gentian gelas minum Jamal diminum pula oleh Kaminten. “Iya, cintaku bersambut……” pekik Jamal dalam hati. Maka mulailah dia “menyerang” Kaminten lewat HP canggih miliknya, dan Kaminten pun menyambut dengan gegap gempita.

Lewat WA itulah Kaminten-Jamal menjalin asmara, dari narasi kemudian dilanjutkan dengan  eksekusi. Permainan mereka aman-aman saja, sebab diyakini takkan diketahui oleh Kadar yang gaptek. Dia tak paham HP smartpon, sehingga jaman milenial begini dia masih setia dengan HP Nokia jadul 3310 yang hanya bisa buat telpon dan SMS belaka.

Saking gapteknya, banyak sesama pedagang menyarankan agar Kadar beli HP canggih. Tapi dia tak mau juga. Baru setelah dibisiki bahwa kayaknya Kaminten “ada main” dengan Jamal, mulailah Kadar terperangah. Dia pun beli HP canggih bekas untuk belajar. Pencet sana, pencet sini, kemudian layar ditarik ke atas ke bawah, kadang malah dijembeng (dilebarkan) segala.

Begitu Kadar mulai paham HP smartpon, diam-diam dia suka mencuri-curi buka HP istrinya. Kaminten karena tahu suaminya gaptek HP canggih, dia suka meletakkan HP-nya sembarangan. Nah, ketika dia lengah, jejak digitalnya pun kemudian terlacak oleh Kadar yang mulai melek HP canggih. Dia marah betul, karena ternyata selama ini istrinya sudah diacak-acak oleh Jamal. Jika Kaminten kelihatan masih utuh, itu mah hanya cashingnya doang!

Kaminten pun diinterogasi, dan karena sudah terlacak jejak digitalnya, terpaksa mengaku saja. Giliran kini Kadar yang jadi naik pitam. Lain hari pedagang sandal itu mau unjuk kekuatan, agar jangan dikira lelaki lembek seempuk sandak jepit Swalow. “Awas tunggu pembalasanku ya!” ancam Kadar.

Ternyata diam-diam Kadar memblender cabe setan setengah kilo. Lalu cabe yang sudah berbentuk saus itu dibawa ke pasar. Begitu melihat Jamal, saus cabe itu langsung dikaprukke ke muka Jamal. Tentu saja pedagang bumbu dapur itu mbanyaki, dia lari ke kamar mandi untuk membasuh mukanya yang penuh sambel.

Kadar yang ngamuk tersebut segera diserahkan ke Polsek Playen. Dia mengaku terus terang, menyiram muka Jamal dengan saus cabe sebagai pelajaran; manisnya cinta bini teman apakah sebanding dengan pedesnya sambal di muka?

Kalau ditambah tomat, sambel Kadar jadi teman makan nasi uduh tuh. (Yogya.Com/Gunarso TS)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->