Download E-Paper

Kalau Nggak Mau Celaka, Ya Jaga Jaraklah!

Kamis, 03 Desember 2020 - 09:45

AWAS jaga jarak! Truk gandengan. Jaga jarak Lagi belajar. Itu tulisan di belakang kendaraan yang biasa kita lihat, dan pengendara yang di belakangnya paham. Ketika pandemik corona, tulisan ‘jaga jarak’ ada di mana-mana. Malah ditambah dengan mencuci tangan dan pakai masker.

Jaga jarak, artinya jangan terlalu dekat apalagi merapat, mepet. Kendaraan yang sedang melaju di jalan raya, terutama jalan bebas hambatan, harus selalu jaga jarak yang pas. Dalam pengertian bila mengerem mendadak, tidak akan terjadi tabrakan.

Kasus kecelakaan di tol belakangan ini, bisa jadi karena sopir lalai nggak taat akan anjuran jaga jarak dengan baik dan benar. Karena nggak waspada maka terjadilah kecelakaan, yang menimbulkan puluhan korban jiwa, dan luka-luka.

Baca juga: Klepon, Tumpeng, Apalagi?

Dalam masa pandemi juga harus taat jaga jarak. Sekali lagi jaga jarak dan jaga jarak, jangan diabaikan. Sudah banyak korban. Banyak cerita yang meningggalkan duka mendalam bagi keluarga. Jangan sampai ikut jadi korban hanya karena lalai dan tidak mengindahkan jaga jarak.

Sebenarnya jaga jarak sudah lama berlaku di masyarakat, bukan saja karena sedang mengidap penyakit, tapi juga masalah sosial etika sopan santun bagi sesama. Misalnya, cewek dan cowok yang bukan muhrim nggak boleh saling bersentuhan apalagi sampai rapat-rapatan alias berpelukan.

Kalau kata Titi Puspa, boleh berdua-duaan. Tapi, tetap di lingkaran! Artinya, ya saling menjaga jarak, nggak boleh merapat dan besembunyi, jadi harus terjaga.

Baca juga: Kami Mau Damai Bukan Gaduh!

Kalau nggak taat,  bisa berbahaya. Sudah banyak contoh, pasangan  sudah hamil di luar nikah. Banyak yang menyebut, itu kecelakaan! Ya, karena mereka nggak taat soal ‘jaga jarak’. (massoes)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->