Dari Afghanistan, ada Bolani, sejenis roti pipih yang diisi dengan berbagai sayuran seperti bayam, tomat, labu, dan lentil (kacang miju).
Bolani biasanya dimasak dengan cara dipanggang atau digoreng hingga renyah. Makanan ini menjadi favorit saat Lebaran karena selain lezat, juga mudah disajikan dan cocok dinikmati bersama keluarga besar.
Beberapa varian Bolani juga dapat diisi dengan daging cincang dan keju untuk menambah kelezatan.
3. Sheer Kurma – Pakistan
Kurma adalah salah satu makanan yang paling sering dikonsumsi saat bulan Ramadan, dan di Pakistan, buah ini diolah menjadi hidangan manis khas Lebaran yang disebut Sheer Kurma.
Sheer Kurma adalah puding berbahan dasar susu dan vermicelli (mi halus) yang dimasak bersama dengan kurma, kismis, dan kacang-kacangan seperti almond serta pistachio.
Hidangan ini memiliki tekstur lembut dengan rasa yang manis dan gurih, sehingga menjadi favorit keluarga saat berbuka puasa dan Lebaran.
4. Kahk – Mesir
Di Mesir, masyarakat merayakan Idul Fitri dengan menikmati Kahk, kue tradisional berbentuk bulat yang sudah ada sejak zaman Dinasti Fatimiyah pada tahun 1540-an.
Kahk dibuat dari adonan tepung terigu, mentega, dan gula, serta diisi dengan kacang-kacangan seperti kenari atau kurma.
Kue ini biasanya ditaburi gula halus di bagian atasnya, memberikan cita rasa manis yang khas. Kahk sering disajikan sebagai camilan atau oleh-oleh Lebaran yang dibagikan kepada keluarga dan tetangga.
5. Ketupat – Indonesia
Tidak lengkap rasanya membahas makanan khas Lebaran tanpa menyebut Ketupat dari Indonesia. Hidangan ini terbuat dari beras yang dimasak dalam anyaman daun kelapa hingga menjadi nasi padat berbentuk kotak.
Ketupat biasanya disajikan bersama berbagai lauk seperti opor ayam, rendang, sambal goreng ati, dan sayur labu.