POSKOTA.CO.ID – Selain menjadi hari penuh kemenangan, warga negara Indonesia siap menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan beragam tradisi unik di seluruh nusantara.
Diketahui bahwa setiap daerah memiliki tradisi unik dalam menyambut hari kemenangan ini. Sebagai ajang silaturahmi, banyak cara yang bisa dilakukan untuk merayakan kebersamaan tersebut.
Dari Sabang hingga Merauke, tradisi unik sambut lebaran tersebut akan menjadi ciri khas tersendiri, sehingga membuat momen hari kemenangan lebih spesial.
Baca Juga: 7 Tradisi Unik Perayaan Hari Raya Idul Fitri dari Berbagai Negara
9 Tradisi Unik Menyambut Hari Raya Idul Fitri
Melansir kanal YouTube Hafiz Channel 8013, berikut ini adalah sembilan tradisi unik menyambut Hari Raya Idul Fitri di Indonesia yang menarik:
1. Ronjok Sayak (Bengkulu)
Tradisi khas Bengkulu bernama Ronjok Sayak atau bakar gunung api ini dilakukan saat malam takbiran. Tradisi ini dilakukan dengan membakar batok kelapa kering yang disusun berbentuk gunung.
Dilakukan di depan rumah masing-masing, tradisi ini sudah dilakukan selama ratusan tahun oleh suku Serawai dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan hari Idul Fitri.
Baca Juga: 7 Tradisi Unik Menyambut Ramadhan di Beberapa Daerah Indonesia, Ada yang Mandi Pake Jeruk
2. Festival Meriam Karbit (Pontianak)
Ini merupakan tradisi yang telah berlangsung selama lebih dari 200 tahun di Pontianak. Festival ini diadakan di pinggir Sungai Kapuas dengan menyalakan meriam karbit dari batang kayu besar.
Suara dentuman meriam yang meriah saat Festival Meriam Karbit ini menandakan kemeriahan malam takbiran di Kota Pontianak.
3. Grebeg Syawal (Yogyakarta)
Grebeg Syawal merupakan tradisi yang dilakukan setelah Idul Fitri sebagai wujud syukur yang ditunjukkan oleh masyarakat Yogyakarta.
Keraton Yogyakarta menggelar perayaan ini dengan mengarak berbagai hasil bumi yang disusun berbentuk kerucut besar dari Pagelaran Keraton menuju Masjid Gedhe Kauman.
Setelah didoakan, masyarakat biasanya akan langsung berebut untuk mengambil hasil bumi tersebut sebagai simbol dari keberkahan.
Baca Juga: Tradisi Unik Warga Menes Pandeglang Sambut Ramadhan, Gelar Makan Bersama di Jalan
4. Meugang (Aceh)
Jelang Idul Fitri, masyarakat Aceh mengadakan tradisi Meugang, yaitu memasak dan menikmati daging sapi atau kerbau bersama keluarga, kerabat, serta yatim piatu.
Tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Selain dilakukan pada Idul Fitri, tradisi ini juga dilakukan saat perayaan Idul Adha.
5. Batobo (Riau)
Di Riau, tradisi Batobo dilakukan untuk menyambut para perantau yang pulang kampung. Nantinya, para pemudik diarak melalui pematang sawah dengan iringan rebana menuju tempat berbuka puasa bersama.
Tradisi Batobo di Riau ini juga sering dimeriahkan dengan mengadakan pengajian dan sejumlah perlombaan baca Al-Qur’an.
Baca Juga: Menarik! Inilah Tradisi Unik Ramadhan di Berbagai Negara
6. Tumbilotohe (Gorontalo)
Tumbilotohe atau "malam pasang lampu" adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Gorontalo untuk menyambut 1 Syawal. Dulunya, tradisi ini untuk membantu distribusi Zakat Fitrah.
Saat ini, perayaan tersebut dilakukan dengan memasang lampu di halaman rumah dan sepanjang jalan menuju masjid selama tiga malam terakhir bulan Ramadhan.
7. Tellasan Topak (Madura)
Di Madura, Idul Fitri dirayakan dengan tradisi Tellasan Topak atau Lebaran Ketupat. Perayaan ini digelar seminggu setelah Idul Fitri dan justru lebih meriah dibandingkan hari raya itu sendiri.
Saat merayakan tradisi Madura tersebut, masyarakat akan berkumpul untuk menikmati hidangan ketupat bersama keluarga dan tetangga.
Baca Juga: Tradisi Unik Setiap Negara Merayakan Hari Valentine, dari Korea Selatan hingga Republik Ceko
8. Binarundak (Sulawesi Utara)
Binarundak adalah tradisi khas masyarakat Bolaang Mongondow Raya, Sulawesi Utara, dalam merayakan Idul Fitri. Tradisi ini dilakukan dengan membakar nasi jaha bersama-sama.
Kemudian menikmatinya dalam suasana kebersamaan. Nasi jaha adalah makanan khas yang dimasak dalam bambu dengan santan dan rempah-rempah.
9. Mijon (Bali)
Di Bali, umat Muslim merayakan Idul Fitri dengan tradisi Mijon, yaitu berbagi makanan kepada tetangga sebagai bentuk rasa syukur dan rasa terima kasih.
Tradisi ini menjadi simbol keharmonisan antar umat beragama di Bali, di mana masyarakat Muslim dan non-Muslim saling berbagi kebahagiaan di hari raya.