Hingga saat ini, polisi belum merilis pernyataan resmi mengenai insiden tersebut, tetapi akun-akun di X, termasuk respons dari warga, menyerukan agar pemerintah dan aparat keamanan segera mengambil langkah untuk menjamin keselamatan publik.
Demonstran menuntut pencabutan revisi UU TNI, yang mereka anggap dapat mengembalikan dwifungsi militer dan melemahkan supremasi sipil, serta berpotensi melanggar hak asasi manusia.
"YLBHI mengecam keras pengesahan ini (RUU TNI), walau kami sadar dan sudah memprediksi pembahasan dan pengesahan RUU TNI akan dilakukan dengan cara kilat dan inkonstitusional seperti ini," tulis YLBHI dalam platform X.