Ilustrasi Pertamina. (Sumber: PixaHive)

Nasional

Tagar #SikatKartelMinyak Viral di X, Warganet Desak Pemerintah Bertindak

Sabtu 01 Mar 2025, 21:51 WIB

POSKOTA.CO.ID – Tagar #SikatKartelMinyak mendadak viral di platform X pada Sabtu, 1 Maret 2025 dengan ribuan warganet menyerukan transparansi dan tindakan tegas terhadap dugaan praktik kartel dalam distribusi minyak.

Hingga malam ini, tagar tersebut telah mencapai lebih dari 200 ribu cuitan dan terus menjadi trending topic di media sosial.

Protes Publik atas Kenaikan Harga

Lonjakan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir menjadi pemicu utama di balik maraknya protes di dunia maya. Banyak pengguna X menyoroti adanya indikasi permainan harga yang dilakukan oleh kelompok tertentu demi keuntungan besar. Warganet menuntut agar pemerintah dan lembaga terkait segera mengusut tuntas dugaan praktik kartel yang dianggap merugikan masyarakat luas.

“Saat harga minyak naik, alasan yang diberikan selalu soal produksi dan distribusi. Tapi kenapa ada pihak-pihak tertentu yang justru meraup untung besar? #SikatKartelMinyak,” tulis salah satu pengguna X.

“Kita rakyat kecil selalu jadi korban permainan harga. Pemerintah harusnya berpihak pada rakyat, bukan pada mafia minyak! #SikatKartelMinyak,” tulis pengguna lain.

“Sudah berkali-kali harga naik dan alasan selalu sama. Kapan pemerintah benar-benar bertindak tegas? Jangan hanya janji! #SikatKartelMinyak,” tambah warganet lainnya.

“Pemerintah bilang akan mengusut, tapi sampai sekarang belum ada hasil nyata. Kami butuh tindakan, bukan sekadar pernyataan! #SikatKartelMinyak,” cuit seorang pengguna yang mendapat ribuan like dan retweet.

Baca Juga: Klasemen Liga Korupsi Indonesia: Pertamina Bertengger di Puncak, Geser Posisi PT Timah

Namun, banyak warganet yang skeptis terhadap pernyataan pemerintah. “Sudah biasa, nanti mereka janji usut, tapi akhirnya semua menguap begitu saja. #SikatKartelMinyak,” ujar seorang pengguna.

“Kalau benar-benar serius, kenapa kartel minyak masih bebas beroperasi? Jangan-jangan ada kepentingan tertentu yang dilindungi? #SikatKartelMinyak,” kritik warganet lain.

Dalam perkara ini penyidik Kejagung telah beberapa kali melakukan penggeledahan, baik rumah maupun kantor yang terafiliasi dengan para tersangka kasus korupsi tata kelola minyak mentah tersebut.

Sebelumnya pihak penyidik juga melakukan penggeledahan salah seorang pengusaha Muhammad Riza Chalid di kawasan Panglima Polim, Kelurahan Melawai, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Februari 2025

"Dari sana (kediaman Riza Chalid) penyidik membawa menyita berupa DVR serta CCTV," beber Harli.

Selain itu, penyidik Kejagung juga melakukan penggeledahan kantor PT Orbit Terminal Merak yang merupakan perusahaan milik Muhammad Kerry Andrianto Riza, yaitu anak dari Riza Chalid.

Baca Juga: Akun Medsos Diserang Netizen, Pertamina Minta Maaf Pasca Kasus Korupsi 1.000 Triliun

Dalam penggeledahan itu, tim penyidik mendapatkan sejumlah barang bukti yang terkait dengan kasus korupsi tata kelola Minyak Mentah di sub holding PT Pertamina Persero tersebut.

"Menyita setidaknya 95 bundel berupa dokumen yang terkait dengan berbagai administrasi persuratan dan kontrak. Kemudian membawa barang bukti elektronik berupa dua unit handphone," jelas Harli.

Sejauh ini, kata Harli, penyidik telah menetapkan sembilan orang tersangka. Enam tersangka di antaranya merupakan pihak internal dari swasta.

Di antaranya, Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga Pertamina Patra Niaga, berinisial Maya Kusmaya, VP Trading Produk Pertamina Patra Niaga, bernama Edward Corne. Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan.

Kemudian tersangka bernama Sani Yoki Firnandi selaku Dirut PT Pertamina International Shiping,

Agus Purwoni selaku VP Feed stock Management PT Kilang Pertamina International dan terakhir Dinar Saifuddin selaku Direktur Feed stock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional.

Tags:
Korupsi KejagungPertamina#SikatKartelMinyak

Yugi Prasetyo

Reporter

Yugi Prasetyo

Editor