BLT Sebagai Alternatif Pengganti Subsidi BBM? Ini Kata Menteri ESDM

Selasa 07 Jan 2025, 22:10 WIB
Menteri ESDM berencana gulirkan bantuan pengganti subsidi BBM. Bagaimana perkembangannya saat ini? Simak informasi selengkapnya di artikel ini.

Menteri ESDM berencana gulirkan bantuan pengganti subsidi BBM. Bagaimana perkembangannya saat ini? Simak informasi selengkapnya di artikel ini.

POSKOTA.CO.ID - Isu mengenai subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) selalu menjadi topik hangat di Indonesia.

Pemerintah terus berupaya mencari solusi terbaik untuk penyaluran subsidi yang lebih tepat sasaran.

Terbaru, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan sinyal bahwa Bantuan Langsung Tunai (BLT) bisa menjadi salah satu alternatif pengganti skema subsidi BBM yang selama ini berjalan.

Baca Juga: Cek Perubahan Aturan KKS Merah Putih untuk Pencairan Saldo Dana Bansos Tahun 2025 untuk KPM dengan NIK KTP Terdaftar DTKS

BLT Sebagai Opsi Pengganti Subsidi BBM Menurut Menteri ESDM

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa salah satu skema yang dipertimbangkan untuk menggantikan penyaluran subsidi BBM adalah melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Hal ini sejalan dengan pernyataan yang telah disampaikannya dalam beberapa kesempatan sebelumnya.

"Nanti kalau sudah final semua kita umumkan, termasuk skema dan lain-lainnya. Tapi yang pernah saya ngomong itu tidak akan bergeser jauh-jauh dari situ," ujar Bahlil di kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa (7/1).

Pernyataan ini memperkuat indikasi bahwa BLT menjadi opsi serius yang sedang dikaji oleh pemerintah.

Progres Pendataan Penerima BLT Capai 98 Persen

Lebih lanjut, Bahlil mengungkapkan bahwa progres pendataan penerima BLT telah mencapai angka 98 persen.

Pemerintah saat ini tengah berfokus pada pengumpulan dan penyelarasan data yang sebelumnya tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Data-data tersebut akan dipusatkan di Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan validitas dan akurasi.

"Kita akan umumkan nanti di tahun ini. Doakan saja kalau datanya sudah selesai. Karena datanya jangan sampai tumpang tindih. Ya (progresnya) 98 persen lah," kata Bahlil.

News Update