JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Entah apa yang ada dipikiran Usman (44) yang tega membanting anak kandungnya, K (10) hingga tewas di Muara Baru, Penjaringan , Jakarta Utara, gara-gara kesal anaknya menabrak tetangga pakai sepeda.
Pengurus RT 02/RW 017 Kelurahan Penjaringan, Abdul Rahman mengatakan, korban sempat dianiaya hingga terkapar.
"Posisi ngebut (naik sepeda). Namanya anak-anak kayak gitulah anak kecil sudah diperingatin juga sama ibu-ibu yang di sekitaran pos RT jangan ngebut, cuma tetap ngebut," ujar pengurus RT setempat Rohman, Kamis (14/12).
Awalnya korban menabrak kaki anak tetangganya hingga memar membiru. Atas kejadian itu, orang tua anak yang ditabrak lantas menegur K. Dari teguran inilah akhirnya sampai ke telinga ayahnya hingga membuat geram. Usman mendatangi anaknya yang masih asyik bermain bersama temannya di gang.
Di sinilah awal mula penganiayaan lalu terekam CCTV di lokasi. Usman meminta anaknya berdiri sambil memukul beberapa kali. Ketika korban sudah berdiri, Usman kembali memukul wajah sang anak. Belum puas di situ, si ayah menendang tubuh anak ketiga dari empat bersaudara itu hingga tersungkur.
Dengan amarahnya semakin memuncak, Usman yang sehari-harinya menjadi buruh panggul di Muara Baru itu sangat emosi melihat anaknya. Korban yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara tersebut tiba-tiba tubuhnya dibanting di jalanan. Korban yang putus sekolah itu, sempat tak sadarkan diri dan mengeluarkan darah dari hidungnya usai dibanting pelaku.
Dikatakan ketua RT, korban sempat dipukul, kemudian ditendang kakinya hingga jatuh. Lalu setelah itu tampak diangkat sama ayahnya.
"dikira mau dibawa ke rumah, enggak menyangka ibu-ibu pas itu lihat dia dibanting," kata Rahman, Rabu malam.
Setelah melakukan penganiayaan, pelaku dibantu warga sekitar sempat membawa korban ke rumah sakit di Teluk Gong, Penjaringan. Namun, tidak lama berselang nyawa korban tak tertolong.
Rohman menuturkan terdapat beberapa warga yang melihat. Warga tidak mengira apa yang dilakukan Usman yang mengontrak hidup sederhana ini, tega membanting anaknya. Atas perbuatannya, Usman langsung diamankan ke Polres Metro Jakarta Utara. Jenazah korban sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diautopsi. (yahya)