Sorot: Mau Kaya Harus Usaha, Jangan Percaya Dukun

Rabu, 25 Januari 2023 06:00 WIB

Share
Ilustrasi uang . (ist)
Ilustrasi uang . (ist)

Oleh Wartawan Poskota: Tri Haryanti

MASYARAKAT baru-baru ini dikejutkan dengan terungkapnya kasus pembunuhan berantai atau serial killer di Bekasi dan Cianjur yang memakan 9 korban.

Pembunuhan berantai ini terungkap, setelah ditemukannya satu keluarga yang diduga keracunan makanan di Bekasi, dimana 3 dari 4 korban tewas. Ternyata setelah diselidiki polisi, korban tewas karena diracun.

Kasus pembunuhan berantai ini diungkap Polda Metro Jaya dengan ditangkapnya Wowon Cs. Yang mengejutkan, motif komplotan pelaku berjumlah tiga orang itu melakukan aksi bengisnya karena didasari motif ekonomi. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Senin (23/1/2023) mengungkapkan, dengan berdalih bisa membuat kaya Wowon Cs merayu korbannya dengan motif janji supranatural sehingga korban menyerahkan uang ataupun harta lainnya yang kemudian dijanjikan untuk bisa lebih kaya, lebih sukses.

Yang jadi pertanyaan sekarang, kok 'hari gini' masih saja ada masyarakat yang percaya pada praktik-praktik dukun seperti itu. Harusnya masyarakat bisa melihat dan menilai, kondisi dukun (Wowon Cs)  itu seperti apa.

Kalau memang kondisi dukun tersebut biasa saja (tidak kaya,red) harusnya kita bisa berfikir cepat dan bertanya kenapa bukan mereka dulu yang mempraktikkan kesaktiannya untuk memperkaya diri sendiri, sebelum membantu orang lain.

Tapi fenomena inilah yang masih sering terjadi di negara kita, dimana masih banyak masyarakat yang ingin cepat kaya, tanpa usaha keras. Kondisi inilah yang banyak dimanfaatkan orang-orang yang mengaku 'dukun sakti' untuk mengelabui para korbannya.

Kita harusnya waspada pada praktik-praktik seperti yang dilakukan Wowon Cs ini.

Sebelum Wowon Cs, aksi seperti ini juga sudah pernah terjadi di Gresik, Jawa Timur. Abah Yanto praktik di Perum Gran Verona, Kota Gresik, Jawa Timur, yang mengaku bisa menggandakan uang dengan ritual darah.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar