QATAR - Banyak yang menyayangkan kalau Belgia gagal melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Qatar. Sebab, Belgia punya skuat pemain yang hebat-hebat, tersebar di kluib-klub wahid di dunia.
Sering pula disebut pemain-pemain generasi emas, yag mestinya meraih kejayaan. Tapi, kenyataannya, Belgia telah tersingkir dari Piala Dunia, karena tak mampu menampilkan hasil maksimal.
Saat laga terakhir penyisihan grup, mestinya Belgia menang. Terutama di babak kedua bagian akhir, begitu banyak peluang emas, tapi tidak terjadi gol. Di antaranya, Romelu Lukaku punya peluang emas, tapi disia-siakan, tak ada yang berbuah gol.
Romelu Lukaku masuk dari bangku cadangan pada babak pertama dia banyak peluang emas. Dan Romelu Lukaku menyia-nyiakan peluang emas di babak kedua. Tercatat Romelo Lukaku menyaia-nyiakan tiga peluang emas.
Lantas, Yannick Carrasco melewatkan kesempatan untuk membuka skor di awal pertandingan sebelum melakukan penalti.
Namun, wasit Anthony Taylor membatalkan keputusannya karena offside dalam build-up setelah memeriksa monitor VAR di pinggir lapangan pada menit ke-18.
Belgia gagal menciptakan lebih banyak ancaman di depan gawang Kroasia sebelum jeda dan mereka memasukkan striker Lukaku untuk menggantikan Dries Mertens di babak pertama.
Namun, Kroasia tampil lincah di babak kedua. Berkat kemampuan kiper Thibaut Courtois yang lugas menggagalkan upaya Mateo Kovacic, Marcelo Brozovic, dan Luka Modric.
Kroasia mengendalikan permainan ketika Kevin De Bruyne bekerja sama dengan baik dengan Carrasco di kotak lawan, dan bintang Atletico Madrid itu gagal mengalahkan Dominik Livakovic.
Lukaku menerkam rebound tetapi dia kurang beruntung membentur tiang gawang dari jarak dekat pada tanda jam.
Striker Belgia itu memiliki dua peluang lagi untuk memecah kebuntuan, tetapi ia mengirim bola melebar dengan empat menit tersisa dan gagal memanfaatkannya dari jarak dekat pada menit ke-90. Kegagalan Romelu Lukaku itu ikut berandil membawa Belgia tersingkir dari Piala Dunia.