Presiden Jokowi Percaya Diri Indonesia Memiliki Potensi Besar Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik

Jumat, 2 Desember 2022 20:53 WIB

Share
Presiden Joko Widodo dalam sebutannya pada acara Kompas 100 CEO Forum, Istana Negara, Jakarta. (biro pers pers)
Presiden Joko Widodo dalam sebutannya pada acara Kompas 100 CEO Forum, Istana Negara, Jakarta. (biro pers pers)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Presiden Joko Widodo percaya diri jika Indonesia memiliki potensi sangat besar untuk membangun ekosistem kendaraan listrik, utamanya dalam membuat baterai listrik. 

"Cadangan nikel Indonesia adalah nomor satu di dunia, timah nomor dua di dunia, bauksit nomor enam di dunia, dan tembaga nomor tujuh di dunia," terang Joko Widodo, dalam sebutannya pada acara Kompas 100 CEO Forum, Istana Negara, Jakarta, Jumat  (2/12/2022).

"Membangun ekosistem EV baterai itu kita hanya kurang litium, enggak punya. Saya kemarin sudah sampaikan ke Prime Minister Albanese, Australia punya litium, kita boleh beli, dong, dari Australia. Terbuka, silakan. Tapi ternyata dari kita sudah ada yang punya tambang di sana. Ini strategis, benar melakukan intervensi seperti itu sehingga ekosistem besar yang ingin kita bangun jadi," tambahnya.

Menurut Presiden yang kemudian menjadi tantangan adalah mengintegrasikan bahan-bahan tersebut karena posisinya yang tersebar di beberapa tempat berbeda di Indonesia, misalnya tembaga ada di Papua dan Sumbawa, nikel ada di Sulawesi, dan bauksit ada di Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau.

Presiden menilai mengintegrasikan ini sebuah barang yang tidak gampang sehingga jadi sebuah ekosistem itu.

"Inilah yang terus, saya mati-matian, harus jadi karena inilah yang akan melompatkan kita, meloncati, leap frog menuju ke peradaban yang lain. Saya mati-matian untuk ini," tegasnya.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah secara serius tengah melakukan strategi besar perekonomian negara dengan mendesain ekosistem kendaraan listrik.

Menurut Presiden, Indonesia memiliki hampir semua yang dibutuhkan untuk membuat ekosistem tersebut dan membuat negara lain bergantung kepada Indonesia.

"Bagaimana membangun sebuah ekosistem besar sehingga negara lain tergantung pada kita karena kita memiliki nikel, memiliki tembaga, memiliki bauksit, memiliki timah, dan potensi kita ini gede sekali," ujar Jokowi.

Presiden mencontohkan dua negara yang dinilainya berhasil membuat negara lain bergantung kepada produk mereka, yakni Taiwan dengan produk cipnya, dan Korea Selatan dengan komponen digitalnya. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar