Pencalonan KSAL Yudo Margono Sebagai Panglima TNI Bentuk Jokowi Penuhi Janji Politik

Rabu, 30 November 2022 18:09 WIB

Share
Kasal Laksamana TNI Yudo Margono saat memaparkan peswat latih  G-36 Bonanza T-2503. (rizal)
Kasal Laksamana TNI Yudo Margono saat memaparkan peswat latih  G-36 Bonanza T-2503. (rizal)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan Ksal Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI, untuk menggantika  Jendral Andika Perkasa yang akan memasuki masa pensiun. 

Adapun pengusulan tersebut, merupakan hak prerogratif Presiden Jokowi dalam menentukan pilihan calon tunggal Ksal Laksamana Yudo Margono sebagai calon Panglima TNI. 

Menanggapi hal itu, pengamat maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Center (IKAL SC), Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa menyatakan langkah Jokowi mencalonkan Ksal Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI adalah pilihan tepat.

"Saya mengapresiasi positif Presiden Jokowi dalam menunjuk KSAL Laksamana Yudo sebagai Calon Tunggal Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika. Ini sangat tepat, karena memang kebetulan sejalan dengan pemikiran yang saya utarakan dalam berbagai kesempatan," tegasnya, Rabu (30/11/2022).

 

Capt. Hakeng menilai sudah sepatutnya Yudo Margono menjadi Panglima TNI. Mengingat, merujuk UU TNI yang menyebutkan bahwa Panglima dapat dijabat secara bergantian oleh Perwira Tinggi aktif dari tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

"Maka sudah sepantasnya untuk saat ini giliran panglima TNI berasal dari matra TNI AL. Apalagi selama dua periode pemerintahan Jokowi, penjabat Panglima TNI belum ada satupun yang berasal dari matra TNI AL," imbuhnya.

Disamping amanah UU TNI tersebut, Capt. Hakeng menyebutkan bahwa Indonesia adalah bangsa maritim. Negara Indonesia ini terdiri dari lautan, yang ditaburi oleh pulau-pulau. 

 

"Total wilayah Indonesia sekitar 7,81 juta kilometer persegi (km2). Dimana 5.80 km2 adalah lautan atau 67 persen wilayah Indonesia adalah perairan. Dan juga, dalam kesempatan pertama Ketika menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Presiden Jokowi jelas mengatakan bahwa kita telah terlalu lama memunggungi lautan," ujarnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar